Kamis
08 Oktober 2026 | 12 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Jadi Figur Penengah

pdip jatim - jokowi dan tim transisi

pdip jatim - jokowi dan tim transisiJAKARTA — Deputi Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Hasto Kristiyanto, menegaskankan, figur Jokowi dianggap mampu menjadi penengah karena mendapat legitimasi publik dan tak memiliki beban politik masa lalu. Sehingga Jokowi dinilai akan mampu melakukan komunikasi politik dengan kalangan partai dan semua pihak.

Pernyataan itu disampaikan Hasto saat menjawab wartawan soal wacana rekonsiliasi antara Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jokowi bukan hanya disiapkan sebagai presiden, tapi juga sebagai pemimpin yang tidak terkait dengan masalah sebelumnya,” kata Hasto, di kantor Tim Transisi, Jakarta, Jumat (22/8/2014).

Untuk saat ini, tambah Hasto, yang menjadi prioritas adalah pertemuan dengan tim SBY sehubungan dengan transisi pemerintahan. “Masih ada waktu yang lebih baik sebelum pelantikan. Akan dibahas banyak hal, termasuk soal suasana politik nasional,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Jokowi-JK membuka dialog lebih formal dengan partai koalisi pengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Usai putusan Mahkamah Konstitusi, jelasnya, yang harus dibangun saat ini di antaranya adalah merangkul beberapa partai anggota Koalisi Merah Putih untuk membentuk pemerintahan baru yang solid.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyatakan pihaknya siap membuka komunikasi politik dengan partai politik pendukung Prabowo-Hatta. Ini dilakukan agar tercipta kerja sama yang baik dalam memperkuat sistem presidensial di parlemen dan pemerintahan mendatang.

“PDI Perjuangan berkonsentrasi bagaimana mengurus negara dan merangkul semua pihak dengan rendah hati,” kata Maruarar di kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (21/8/2014).

Maruarar menggarisbawahi kerja sama politik yang dibangun tidak akan bersikap pragmatis. Menurutnya, PDI Perjuangan akan tetap mengedepankan kerja sama tanpa syarat dan tidak membagi-bagi kekuasaan. Sehingga nantinya kerja sama itu bisa benar-benar menguatkan visi-misi presiden dan wakil presiden terpilih.

“Kami tidak ingin kerja sama cakar-cakaran terus seperti di pemerintahan selama ini,” kata politisi yang akrab disapa Ara itu. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...