oleh

Jokowi Ajak Netizen Dinginkan Suasana lewat Media Sosial

pdip-jatim-jokowi-netizenSEMARANG – Presiden Joko Widodo mengaku khawatir dengan lini masa di jejaring media sosial akhir-akhir ini. Sebab banyak dibanjiri isi negatif berupa ujaran saling hujat, caci maki, fitnah, provokasi dan adu domba.

“Kalau kita lihat coba dalam satu bulan ini, dua minggu ini, satu minggu ini, di media sosial isinya saling menghujat, saling mengejek, saling memaki, fitnah, adu domba, provokasi. Saya berpikir, kita ini mau jadi apa? Mau kemana? Kok yang banyak dibagikan netizen justru yang bermuatan negatif,” kata Jokowi, saat berbicara di depan sarasehan pegiat sosial media Jateng-Yogyakarta-Jatim di Hotel Gumaya Tower, Semarang, Senin (14/11/2016).

Dalam acara bertajuk “SaveNKRI” ini, Jokowi mengajak para pegiat media sosial untuk lebih aktif membagikan muatan positif kepada nitizen agar situasi nasional yang sedang panas menjadi lebih dingin.

“Oleh sebab itu saja mengajak untuk mendinginkan suasana terutama di media sosial, memberikan rasa kesejukan. Gunakan media sosial lebih bijak untuk hal yang lebih bermanfaat. Bukan malah melahirkan perpecahan dan kekacauan,” ajaknya.

Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan unggahan yang bermuatan provokasi, SARA di media sosial maupun situs web kepada pemerintah.

Kominfo pun sudah menyediakan layanan aduan konten di email aduankonten@mail.kominfo.co.id yang  bisa dimanfaatkan masyarakat  bila menemukan akun atau isi web yang bernada radikal, provokasi, pornografi dan hal negatif lainnya.

“Sampai saat ini sudah ribuan konten yang kita hapus,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu.

Selain itu, Jokowi meminta agar netizen di jejaring maya diingatkan bahwa situasi nasional yang sekarang terjadi adalah juga dampak dari berbagai faktor situasi internasional yang kompleks.

Karena itu, dia minta masyarakat menyadari bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah kepentingan yang harus lebih didahulukan dari kepentingan sesaat dan golongan.

“Jangan hanya karena kepentingan sesaat dan golongan, kemudian Indonesia yang sangat kaya raya keberagaman hayati dan kebudayannya ini kemudian menjadi rusak. Kita wajib menjaga kekayaan ini, karena ini adalah anugerah Tuhan yang diberikan pada kita sebagai sebuah bangsa,” tuturnya. (sa)