Jelang Ramadan, Megawati Nyekar Makam Ayahandanya di Kota Blitar

 18 pembaca

BLITAR – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam ayahandanya, Presiden pertama RI Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, Jawa Timur, kemarin.

Bersama rombongan dari DPP PDIP, Presiden ke-5 RI itu datang ke Kota Blitar menggunakan jalur darat dari Kota Malang. Begitu sampai ke makam, rombongan langsung masuk komplek makam untuk berdoa.

“Kami dari DPP PDI Perjuangan mendampingi ibu untuk melaksanakan ziarah atau nyekar ke makam. Ini tradisi menjelang bulan suci Ramadan dan tradisi ini selalu dilaksanakan setiap tahun,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah.

Dalam ziarah itu, kata Basarah, Megawati serta seluruh peziarah yang ikut hadir mendoakan almarhum Bung Karno mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan. Bangsa Indonesia yang ditinggalkan juga dapat melanjutkan cita-cita dan perjuangan.

Wakil Ketua MPR RI ini menambahkan, Indonesia juga baru saja melaksanakan agenda demokrasi bangsa yakni pemilu 2019 yang digelar 17 April 2019. Pihaknya bersyukur karena pemilu bisa berlangsung dengan dengan lancar, tertib serta damai.

“Kami berharap sampai pelantikan 20 Oktober, seluruh tahapan pemilu berjalan dengan baik, sehingga bangsa dapat berjalan normal, menjalani kehidupan bangsa bersama menuju cita-cita perjuangan proklamator untuk menyejahterakan bangsa Indonesia,” harapnya.

Dia menambahkan, dari hasil hitung cepat saat pencoblosan 17 April 2019, suara Jokowi-Ma’ruf Amin antara 54 persen hingga 55 persen. Hitung cepat itu juga dilakukan oleh lembaga survei yang telah terdaftar di KPU RI untuk melakukan hitung cepat.

Kendati bukan hasil riil dari penghitungan suara di KPU maupun KPU RI, Basarah mengatakan hasil dari hitung cepat tersebut dapat dijadikan rujukan bagaimana sebenarnya perolehan hasil pemilu 2019, baik pileg maupun pilpres.

“Seperti yang kami prediksi jauh hari bahwa mekanisme hitung cepat yang dilaksanakan pada hari-H pencoblosan pemilu 17 April 2019, adalah salah satu metode yang diakui UU Pemilu, yang mana hasil hitung cepat itu kendati bukan hasil riil dari penghitungan suara, tapi hitung cepat dapat dijadikan rujukan bagaimana sebenarnya perolehan hasil pemilu,” kata dia.

Basarah menambahkan dari hasil real count yang masih berjalan juga di angka sekitar 54 persen. Angka ini juga tidak jauh berbeda.

Hal ini juga fakta yang membuktikan bahwa hitung cepat adalah teori yang selalu dipakai dalam setiap pemilu yang akurasinya mendekati.

“Sehingga kami bersyukur dengan hasil itu tapi tentu saja sikap hukum kami tetap hormati proses rekapitulasi manual yang dilakukan KPU sampai nanti tanggal 22 Mei 2019,” ucapnya. (goek)