Kamis
03 April 2025 | 1 : 16

Jejak Perjuangan Bung Karno di Pengasingan Pulau Bangka (1)

pdip-jatim-jejak-bung-karno-01

pdip-jatim-jejak-bung-karno-01SELAMAT datang bulan Bung Karno, Juni 2016. Bulan dimana Bung Karno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Kampung Pandean, Surabaya. Juga bulan dimana Presiden pertama RI itu dipanggil menghadap Tuhan pada 21 Juni 1970 di Jakarta dan dimakamkan di Blitar.

Sekaligus bulan dimana sang Proklamator Kemerdekaan RI itu mengemukakan pokok-pokok pikirannya tentang dasar-dasar negara yang kini dikenal sebagai Pancasila. Lima sila dasar negara disampaikan Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945.

Untuk mengisi dan meresapi nilai-nilai kebangsaan bulan Bung Karno, redaksi menurunkan reportase situs-situs bersejarah tempat pengasingan Bung Karno, Bung Hatta dan sejumlah tokoh bangsa di Pulau Bangka pada 1948-1949.

Heru Setyanto dari www.pdiperjuangan-jatim.com, beberapa waktu lalu melakukan peliputan langsung di dua temat pengasingan Bung Karno dkk, yakni di Pesanggrahan Menumbing di Bukit Menumbing dan Wisma Ranggam Kota Muntok. Kedua tempat berada di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

pdip-jatim-jejak-bung-karno-02

Tim peliputan juga mewawancarai sejumlah saksi mata. Pelaku sejarah yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan Bung Karno ketika itu. Dari wawancara yang dilakukan didapat keterangan bagaimana Bung Karno sebagai Presiden RI ke-I, sebagai tokoh bangsa, namun menjadi tahanan politik menjalani kesehariannya di tanah pengasingan.

Bagaimana pula dalam situai yang penuh pengawasan dari mata-mata Belanda, Bung Karno dkk tetap berkonsolidasi. Terus bersentuhan dan menggalang kekuatan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Bagaimana juga dalam situasi dan kondisi seperti itu strategi dan taktik terus dijalankan untuk mengobarkan dan mengabarkan kemerdekaan ke dunia internasional.

Mempertahankan kemerdekaan dilakukan Bung Karno dkk di Pulau Bangka sejatinya adalah mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Mempertahankan filosofi, dasar, dan komitmen berbangsa dan bernegara. Ini seperti ditegaskan oleh Bung Hatta dalam puisinya yang ditulis di tempat pengasingan sebagai berikut:

Di bawah gemerlap sinar terang cuaca

Kenang-kenang membawa kemenangan

Bangka, Djokjakarta, Djakarta

Hidup Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. 

(*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Libur Lebaran di Surabaya, Eri Cahyadi Instruksikan Direktur Tempat Wisata Lakukan Ini

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan direktur tempat wisata, terutama Kebun Binatang Surabaya (KBS), ...
KLIPING MEDIA

Jubir PDI Perjuangan Sebut Kunjungan Didit Prabowo ke Rumah Megawati Tulus Tanpa Tendensi Politik

JAKARTA – Juru bicara (jubir) PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli menilai, kunjungan putra Presiden Prabowo ...
SEMENTARA ITU...

Open House Lebaran, Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Saling Membantu dan Saling Menguatkan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar open house pada Lebaran Hari Raya Idul Fitri, Senin ...
KRONIK

Gelar Open House, Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Silaturahmi ke Kediamannya

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah bersama istrinya, Nia ...
EKSEKUTIF

Wabup Lumajang Open House Lebaran di Rumah Dinas, Lanjut di  Kampung Halaman

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menggelar open house pada perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Open ...
KRONIK

Ahmad Basarah: Silaturahmi Megawati dan Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA – Ketua DPP sekaligus jubir PDI Perjuangan Ahmad Basarah angkat bicara soal rencana silaturahmi pertemuan ...