Kamis
11 Juni 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jadi Basis UMKM di Jatim, Erma Harap Tulungagung Bisa Serap Program Prokesra Lebih Banyak

PDIP-Jatim-Erma-Susanti-21092025.

TULUNGAGUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelontorkan Rp300 miliar dari APBD 2025 untuk modal usaha PT BPR Jatim atau Bank UMKM Jatim.

Anggaran yang disahkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) itu didistribusikan kepada pelaku UMKM di Jawa Timur melalui Program Kredit Sejahtera (prokesra) Bank UMKM Jatim.

“PAK 2025 Pemprov Jatim menggelontorkan modal kerja di Bank UMKM agar bisa mendistribusikan prokesra kepada lebih banyak UMKM,” ujar anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim, Erma Susanti, Minggu (21/9/2025).

Untuk mengawal program tersebut, Erma bersama Bank UMKM Jatim melaksanakan kegiatan sosialisasi akses permodalan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, Pemprov Jatim menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 6 persen. Untuk mewujudkan target maka penguatan UMKM harus dilakukan.

“UMKM ini menyerap tenaga kerja paling banyak, maka penguatan UMKM bisa menjadi jalan keluar untuk menyerap PHK,” jelasnya.

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menambahkan, terjadinya inflasi beras akan mempengaruhi kebutuhan pokok lainnya, apalagi survei terkait daya beli masyarakat menengah juga menurun.

Untuk mengembalikan kondisi itu, sektor UMKM menjadi penyangga utamanya. Sehingga penguatan UMKM menjadi sebuah keharusan.

“Prokesra ini digulirkan sejak 2022 dengan subsidi bunga 9,5 persen. Pelaku UMKM yang menyerap program ini beban bunganya 3 persen per tahun,” ungkapnya.

Erma juga menegaskan, peningkatan produksi adalah salah satu cara untuk melawan perang dagang dari Donald Trump.

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Potensi pasar ini jangan sampai direbut oleh negara lain yang juga terkena dampak dari perang dagang.

“Yang harus kita lakukan adalah meningkatkan produksi di sektor UMKM dengan harapan UMKM bisa survive dan berkembang di tengah tantangan situasi krisis global,” tegasnya.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tulungagung, sebut Erma, didominasi oleh pengolahan, sehingga sektor riilnya adalah UMKM. Ia berharap, Kabupaten Tulungagung bisa menyerap Prokesra Bank UMKM Jatim lebih banyak.

“Saya intens melakukan sosialisasi di kecamatan-kecamatan agar pelaku UMKM bisa menyerap program prokesra. Saya juga terus mengawal sampai akhir 2025 agar program ini bisa terserap semua,” tandasnya. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...