Senin
12 Oktober 2026 | 1 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Penjelasan Pengasuh Ponpes Al Falah Jember dukung Gus Ipul – Puti

pdip jatim puti ponpes Al falah Jember 1

JEMBER – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember KH Abdul Muqiet Arief mengatakan, program-program yang ditawarkan pasangan Cagub-cawagub Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno sangat menguntungkan masyarakat bawah.

Bahkan pasangan cicit KH Bisri Syansuri dan cucu Presiden RI pertama Soekarno ini sangat peduli pendidikan agama terutama pondok pesantren.

Seperti program madin plus, dimana pasangan calon nomor urut dua ini sangat perhatian terhadap madrasah diniyah.

Bahkan, sebut KH Muqiet, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ini selama menjabat Wagub Jatim sudah terbukti memberikan perhatian pada pendidikan agama di pondok pesantren maupun madrasah diniyah.

“Juga Mbak Puti ini saat di DPR RI duduk di komisi 10 yang juga menangani masalah pendidikan,” kata KH Muqiet Arief di sela menerima kunjungan Puti Guntur Soekarno, Senin (12/3/2018).

Putra mantu KH Jauhari ini menilai, selama ini yang menjadi perhatian pemerintah terkait masalah pendidikan lebih banyak berada di jantung pusat tengah kota.

 

Namun, untuk menjelaskan program pendidikan yang di antaranya program unggulan Dik Dilan atau pendidikan gratis dilanjutkan, pasangan calon nomor urut dua ini sudi mendatangi lembaga pendidikan sampai di pelosok daerah.

Kiai Muqiet ini pun langsung menaruh hati dan bangga. Karena Cawagub Puti mau berkunjung di daerah yang benar-benar pinggiran.

“Ternyata ini dibuktikan Mbak Puti dengan melihat langsung, masuk ke daerah kecil, peduli dalam hal pendidikan. Ini menjadi harapan besar bagi kami. Terutama lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.

Kyai Muqiet percaya, jika nantinya Gus Ipul-Puti menang dalam pilgub Jatim akan lebih memperhatikan sumber daya manusia (SDM) pengajar untuk madrasah diniyah. Menurutnya, peningkatan SDM terutama bagi ustadz dan ustadzah sangat penting.

“Infrastruktur pendidikan juga perlu. Kalau hanya memikirkan beasiswa tanpa memikirkan infrastruktur, sangat rugi. Karena masalah utama dalam sektor pendidikan adalah infrastruktur,” imbuhnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...
LEGISLATIF

Wiwin Minta Pemerintah Hitung Pasokan Bahan Baku Sebelum Bangun Pabrik Pakan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah agar mengkaji kesiapan bahan ...