MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Ida Bagus Nugroho mengatakan, reses juga bisa jadi ajang mengonsolidasikan jajaran struktural Partai mulai DPC, PAC, hingga Ranting dan Anak Ranting.
Konsolidasi semua elemen Partai, sebutnya, penting terus dilakukan agar mesin partai tetap panas sehingga siap bergerak kapan pun.
Lebih-lebih seperti saat ini, PDI Perjuangan sedang giat-giatnya melaksanakan konsolidasi partai, sebagai upaya mewujudkan amanah Kongres V, menang ketiga kali berturut-turut alias hattrick di Pemilu 2024.
“PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai pelopor yang memiliki barisan sampai anak ranting, dan ini akan kita kelola, sampai ranting-ranting akan kita ajak bicara, kita ajak duduk bersama,” beber Ida Bagus, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: Reses di Kota Madiun, Ida Bagus Langsung Realisasi Permintaan Konstituen
Karena itu, di acara serap aspirasi di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Selasa (1/2/2022), legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengundang struktural partai.
Mulai jajaran pengurus DPC, PAC, hingga Ketua, Sekretaris, Bendahara di tingkat ranting se-Kota Madiun. Di acara itu, dia juga menyampaikan informasi terkini terkait situasi nasional dan regional. “Minimal bisa tersampaikan oleh pengurus untuk dibawa ke wilayah masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, dalam reses kemarin, beragam usulan mengemuka. Di antaranya seputar permasalahan jembatan, irigasi persawahan, pupuk, olahraga, hingga sosial budaya.
“Kami melakukan penyerapan aspirasi masyarakat apakah di Kota Madiun ini ada hal-hal yang sekiranya bisa dibantu, dicover anggaran oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapan kami, dengan reses ini agar terjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Madiun,” papar Ida Bagus Nugroho.
Wakil rakyat dari Dapil XI (Kota/Kabupaten Madiun dan Nganjuk) ini menyatakan kesiapannya menyampaikan temuan-temuan dalam reses ini kepada Pemprov Jatim untuk kemudian diperjuangkan solusinya.
“Yang kita tampung banyak. Seperti Jembatan, kemudian ada Dam Kali Piring yang mengairi 300 hektar sawah. Ini sangat bagus. Nanti temuan ini akan segera saya sampaikan kepada gubernur agar segera tertangani, biar masyarakat tidak terdampak, ketika musim hujan tidak terjadi banjir,” ujar anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim ini.
“Ada lagi masalah jalan, kelangkaan dan mahalnya pupuk. Ini nanti akan kita sampaikan ke gubernur biar ada pembenaran regulasi pendistribusian pupuk,” imbuhnya.
Bagus menambahkan, yang menjadi urgensi saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak Covid-19 mendapatkan penanganan sosial utamanya masalah bantuan langsung tunai (BLT).
Selain itu, kesehatan juga menjadi skala prioritas. Karena meskipun Covid-19 melandai akan tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan, apalagi muncul varian Omicron. (ant/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS