oleh

Hadiri Sumpah Hamusthi, Kusnadi Beber Cara Memelihara Budaya Bangsa

-Headline-193 kali dibaca

BLITAR – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi membuka acara Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara di Candi Palah Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Jumat (25/3/2022) petang.

Acara Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara yang diselenggarakan Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) Jawa Timur ini untuk membangkitkan kembali budaya Nusantara.

Selain Kusnadi, acara ini juga dihadiri anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jatim Guntur Wahono, Ketua DPRD Kabupaten Blitar yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan setempat, Suwito Saren Satoto, jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, serta para perwakilan budayawan.

Pembukaan acara ditandai dengan pencampuran tirta suci, yang dimaksudkan sebagai awal bangkitnya kembali budaya Nusantara.

Dalam sambutannya, Kusnadi yang pada kesempatan itu mengenakan pakaian adat jawa, lengkap dengan sebilah keris yang diselipkan di pinggangnya, menyebut budaya lahir dari ekspresi jiwa dan perilaku budi pekerti. Menurutnya, budaya lahir dari keseharian tingkah laku.

“Budaya antara satu daerah dengan daerah lain itu berbeda-beda, karena dia lahir dari ekspresi jiwa dan dari perilaku budi pekerti di daerah masing-masing,” kata Kusnadi.

Untuk itu, dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya bangsa tersebut, dia mengajak masyarakat untuk melaksanakan wejangan dari para leluhur.

“Wejangan dari para leluhur itu bisa kita kerjakan dan bisa kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Ini adalah cara untuk memelihara budaya, karena dari perilaku dari budi pekerti itulah bangsa Indonesia ini lahir,” tutur legislator yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Acara Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara berlangsung sangat meriah. Selain karena baru pertama kali digelar di Candi Penataran, acara tersebut juga makin semarak karena diisi berbagai macam tari-tarian dari berbagai daerah. Di antaranya, tari remo, tari mbok ireng dan lainnya.

Semakin petang, acara terasa makin sakral saat Rama Lukmin, seorang tokoh spiritual memberikan tirta suci pada Kusnadi. Sedang api abadi diberikan kepada Ketua LP2BN Ki Aris Sugito dan Suwito Saren Satoto menerima tanah abadi.

Ki Aris Sugito di sela acara mengatakan, tujuan ikrar Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara ini untuk membuat satu ikatan bersama dan tekad yang bulat membangun negara dengan peradaban leluhur bangsa Nusantara.

“Peradaban leluhur bangsa Nusantara ini kan pernah hilang atau sirna ilang kertaning bumi. Untuk itu, kita sengaja menginisiasi kegiatan ini, dengan tujuan mengembalikan kembali peradaban nusantara ini,” ucapnya.

Aris menjelaskan, ada tiga elemen yang disatukan dalam acara ini. Yakni api, air dan tanah. (Baca juga: Agendakan Ikrar “Sumpah Amusthi”, Budayawan LP2BN Sowan Kusnadi)

Api, dia menyebut sebagai lambang untuk membangkitkan semangat yang berkobar-kobar, air sebagai lambang kehidupan dan lambang ilmu, sementara tanah adalah lambang Ibu Pertiwi.

“Saya berharap ke depan sesuai dengan isi ikrar ini, yaitu bangkitnya budaya untuk menuju mercusuar dunia, gemah ripah loh jinawi, Toto Titi Tentrem Kerto Raharjo,” sebutnya.

Acara tersebut ditutup dengan pembacaan Ikrar Sumpah Amusthi oleh dipimpin Kusnadi dan diikuti seluruh peserta acara termasuk juga pelepasan puluhan burung dara. (arif/pr)