oleh

Gus Ipul-Puti Jadi Tumpuan Harapan soal Realisasi Lingkar Wilis

-Berita Terkini-11 kali dibaca

TULUNGAGUNG – Pasangan Cagub-cawagub Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno jadi tumpuan harapan masyarakat untuk mempercepat realisasi proyek Lingkar Wilis.

Sebab, pasangan calon nomor urut 2 ini diyakini paling mampu menjembatani dengan pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Jokowi.

“Kami yakin, jika Gus Ipul dan Mbak Puti terpilih, bisa menjembatani dengan pemerintahan Pak Jokowi di pusat. Agar mempercepat realisasi proyek strategis nasional Lingkar Wilis,” kata calon bupati petahana Tulungagung, Syahri Mulyo.

Hal itu disampaikan Syahri, saat Puti Guntur bertemu dan berdialog dengan warga, di acara peresmian area wisata Tunjung Biru di Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Kamis (19/4/2018).

Proyek Lingkar Wilis akan menyatukan enam daerah: Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri, atau disingkat Tunggal Rogo Mandiri. Diperkirakan realisasi Lingkar Wilis akan memicu banyak efek ekonomi dan perubahan sosial.

Untuk mencapai Tunjung Biru harus melalui jalan berkelok-kelok dan menanjak. Kondisi jalannya jauh dari mulus.

“Untuk menuju ke sini, fasilitas jalannya masih jauh dari memadai. Semoga ke depan bisa dibenahi,” timpal Budi Santoso, Ketua Kelompok Sadar Wisata Tunjung Biru.

Kawasan Gunung Wilis di sisi Tulungagung disiapkan menjadi destinasi wisata alternatif. Dulu, kawasan itu tempat perkebunan teh di zaman Belanda. Kemudian ada Candi Penampikan, warisan Mataram Hindhu.

Masih ada air terjun Lawean. Berasal dari kata Jawa Selawe” atau dua puluh lima, karena jumlah air terjunnya banyak.

Puti Guntur menyatakan siap mengawal pembangunan Lingkar Wilis ke pemerintah pusat. “Dengan koneksi di pusat, plus arahan Presiden Jokowi, kita akan percepat pembangunan Lingkar Wilis untuk membuka potensi ekonomi baru agar warga di enam daerah itu bisa sejahtera,” kata Puti.

Terkait itu, pasangan Gus Ipul-Mbak Puti punya rencana kebijakan Seribu Desa Wisata atau Seribu Dewi. Yakni, mendorong munculnya desa-desa wisata di Jawa Timur.

Puti mendukung upaya mendesain Tulungagung menjadi destinasi wisata karena keadaan alamnya yang mendukung. Dia melihat munculnya desa wisata akan punya efek berantai.

Program desa wisata ala Gus Ipul dan Puti menitikberatkan programnya pada warga atau community based tourism.

“Ibu-ibu, anak muda, warga desa diberdayakan. Tiap tahun ada 1.000 kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang akan kami dampingi, diberi modal, dibantu bikin homestay, dibantu toiletnya agar berstandar, dibantu sistem dan sebagainya,” jelas Puti.

Dari program Seribu Dewi, Puti menargetkan ada 200.000 lapangan kerja untuk warga desa. “Ibu-ibu jual makanan, anak muda jadi tour guide, intinya untuk menambah pendapatan warga,” ujarnya.

Lewat program itu, beragam pelatihan intensif juga bakal digeber. Puti mencontohkan kawasan Kecamatan Sendang yang menghasilkan susu sebanyak 100 ton sehari dari para peternak.

“Bisa muncul wisata berbasis ternak, tawarkan experience ke wisatawan soal dunia peternakan. Selain itu, akan ada pelatihan untuk memunculkan industri kecil-kecil yang mengolah bahan baku susu menjadi produk olahan lain,” kata Puti. (goek)