Sabtu
05 September 2026 | 3 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Apresiasi Keberanian Petani Blitar Gunakan Pupuk Alami

pdip-jatim-230301-panen1

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono mengapresiasi langkah kelompok tani yang lebih memilih menggunakan pupuk alami ketimbang pupuk kimia untuk menggarap lahan.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara panen raya ketan hitam yang dilakukan kelompok tani di Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/3/2023).

“Ini adalah langkah luar biasa, dengan menggunakan nutrisi dari alam lestari, para petani dapat memperoleh hasil panen hingga 7,7 ton pada lahan seluas 1 hektar,” kata Guntur.

Menurut Guntur, hal ini merupakan satu keberhasilan kelompok tani dan harus disebarluaskan pada kelompok tani yang lain. Bahkan harus ditiru agar petani lainnya di Blitar bisa lebih sejahtera.

Dengan menggunakan pupuk alami, kata Guntur, kelompok tani dapat menekan biaya produksi. Sebab harga nutrisi yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga pupuk kimia.

“Satu prestasi yang perlu kita apresiasi sehingga semua pihak akan mendukung produksi yang telah dibuat kelompok tani ini. Tidak boleh ada kelompok apapun yang melarang produksi ini, justru harus didukung,” ujarnya.

Dia menegaskan, sebagai wakil rakyat akan selalu mendukung langkah kreatif petani dan akan membantu jika terdapat kesulitan yang mereka alami.

Sementara itu ketua kelompok tani Desa Banggle, Sarengat mengatakan, pihaknya lebih memilih menggunakan pupuk alami karena biaya yang relatif lebih murah dan ketersediaan yang juga gampang didapatkan.

“Dengan luas lahan 1,5 hektar, biaya yang harus kami keluarkan jika menggunakan pupuk kimia kurang lebih sebesar 5 juta rupiah. Sementara jika kami menggunakan pupuk alami nutrisi hanya memerlukan kurang lebih 1 juta saja,” sebutnya.

Dengan begitu, menurut Sarengat, para petani bisa mendapatkan untung yang lebih banyak dengan menggunakan pupuk alami ketimbang pupuk kimia.

Dia menyebutkan, saat ini harga per kuintal ketan hitam berada di kisaran 1 juta rupiah. Sehingga jika ditotal keseluruhan, petani akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar saat menggunakan pupuk alami.

Sekadar diketahui, ritual metik panen raya ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Erma Susanti dan seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...