oleh

Gelar Rakornas Bappilu, PDIP Targetkan Menang 60 % Pilkada 2017

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

pdip-jatim-bambang-DH-Plt-DKIJAKARTA – Menghadapi pilkada serentak 2017, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (26/5/2016).  Rakor diikuti 7 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 94 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Dwi Hartono mengatakan, rakornas perdana ini untuk mengecek kesiapan Bappilu di 7 DPD dan 94 DPC menjelang pilkada serentak 2017.

“Kerja partai tak hanya berhenti di sini. Kami akan melakukan pengecekan langsung ke 101 daerah untuk mengecek perkembangan dari rakornas ini,” kata Bambang DH, saat membuka acara.

Hingga saat ini, sebutnya, kendala yang dihadapi PDIP adalah minimnya DPD dan DPC yang berinisiatif melakukan survei internal untuk kemudian menyerahkan hasil survei tersebut ke DPP.

“Padahal hasil survei itu penting bagi DPP untuk menentukan siapa calon yang bisa diusung di daerah,” jelas mantan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut.

Dia mengingatkan seluruh perwakilan Bappilu peserta rakornas, bahwa realisasi target pemenangan di Pilkada serentak 2017 ini lebih berat. Sesuai amanat kongres, tambahnya, PDIP menargetkan menang 60 persen dari 101 daerah yang menggelar pilkada di 2017.

“Modalnya hanya 20 persen daerah yang kami punya calon petahana. Kalau di 2015 kami masih punya modal 30 persen dari total 269 daerah yang menggelar pilkada,” papar dia.

Sedang Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Teras Narang mengatakan, realisasi target pemenangan tersebut bergantung dari efektif dan efisiennya koordinasi antara Bapilu pusat dan seluruh daerah yang menggelar pilkada di 2017 nanti.

“Koordinasi jangan diartikan sekadar kopi, rokok, dan nasi. Harus ada hasil yang jelas berupa arahan teknis yang jelas, bukan sekadar kumpul,” ucap Teras Narang.

Menurutnua, jika PDI Perjuangan menang kembali di Pilkada 2017, maka akan mempermudah jalan untuk di pemilu legislatif dan eksekutif, yang dilakukan serentak pada 2019.

“Tugas kami fokus menangkan pilkada, pemilu legislatif, dan pada akhirnya pemilihan presiden dan wakil presiden. Ini satu tarikan napas yang kita mulai dari 2015,” ucapnya. (goek)