oleh

Fraksi DPRD Sidoarjo: Serapan APBD 2021 Sangat Minim

-Legislatif-21 kali dibaca

SIDOARJO – Serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sidoarjo menjadi salah satu tolok ukur capaian kinerja eksekutif. Berdasarkan evaluasi Fraksi PDI Perjuangan atas serapan APBD 2021 per triwulan pertama, Januari sampai maret 2021, hasilnya minim.  

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Suyarno SH MH mengatakan, hasil evaluasi penyerapan anggaran pada triwulan pertama oleh organisasi perangkat daerah (OPD) memang sangat minim.

“Seluruh OPD penyerapan anggarannya tidak maksimal,” kata Suyarno.

Pria yang juga Bendahara DPC Sidoarjo ini menyontohkan, ada banyak kegiatan yang belum dikerjakan oleh OPD mitra kerja dari Komisi C.

“Sehingga tingkat penyerapannya sangat sedikit sekali,” tandas Suyarno yang juga Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo.

Hal senada dikatakan rekan seperjuangan Suyarno di DPRD, yakni Tarkit Erdianto. Wakil rakyat dari PDI Perjuangan bertugas di Komisi A ini mengatakan, serapan anggaran pada triwulan pertama harusnya mencapai kisaran 25 persen.

“Tetapi realisasinya tidak lebih dari 15 persen. Ini rata-rata terjadi di hampir semua OPD,” katanya.

Penyerapan maksimal hanya terlihat pada Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK), yakni untuk pemeliharaan jalan yang terserap 100 persen. “Evaluasi akan dilanjutkan untuk triwulan berikutnya,” pungkas Tarkit Erdianto.

Optimalnya penyerapan dana PIWK tak luput dari dorongan pihak dewan. Awalnya, para camat ragu untuk menggunakan anggaran untuk perbaikan jalan rusak di wilayah masing-masing.

Namun setelah digelar rapat dengar pendapat dengan pihak dewan, dalam hal ini Komisi A, dengan 18 camat se-Kabupaten Sidoarjo, para camat berani menggunakan anggaran tersebut.

Rendahnya serapan APBD 2021 dijlentrehkan Suyarno dan Tarkit Erdianto sebagaimana informasi diterima www.pdiperjuangan-jatim.com dari Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Bambang Riyoko, Kamis (27/5/2021) malam. (hs)

Komentar