BLITAR – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Kelas Bung Karno Nasionalis Cendikia kembali menggelar Kelas Bung Karno (KBK). KBK ini sebagai forum terbuka bagi pelajar SMA/SMK di wilayah Blitar Raya untuk mendalami biografi serta pemikiran-pemikiran nasionalis Sang Proklamator, Ir. Soekarno.
Kegiatan itu berlangsung di Ruang AVI Gesuri UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, pada Minggu (15/6/2025).
Dengan menggandeng anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, agenda ini mengusung semangat penguatan literasi sejarah di kalangan generasi muda.
KBK sendiri secara khusus menyasar siswa-siswi berusia di atas 17 tahun dan membatasi jumlah peserta maksimal 70 orang untuk menjaga kualitas diskusi dan interaksi.
Sebagai pembicara utama, Erma Susanti mengingatkan bagi para generasi muda agar tidak melupakan sejarah Bung Karno, utamanya tentang tiga ajarannya, yakni Pancasila, Trisakti dan Berpihak kepada wong cilik.
“Anak-anak muda tidak boleh lupa pada sejarah penting bangsa Indonesia. Di bulan Juni, kita memperingati hari lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan pada tanggal 1 di bulan yang sama di tahun 1945, beliau untuk pertama kalinya menyampaikan gagasan Pancasila dalam pidatonya di hadapan BPUPKI,” ujar Erma dalam sambutannya.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar lima sila, tetapi hasil perenungan mendalam Bung Karno atas realitas hidup rakyat Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dan penuntun bangsa ini menuju masa depan.
Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa Pancasila bukan warisan dokumen, melainkan warisan perjuangan.
Erma juga menyoroti tantangan terbesar generasi Z dan Alpha saat ini, yakni rendahnya literasi sejarah akibat dominasi media sosial sebagai sumber utama informasi.
“Kini, 90 persen kehidupan anak-anak muda dipengaruhi oleh media sosial. Sayangnya, sejarah yang mereka akses cenderung dangkal dan sering kali tidak akurat,” tegas Wakil Ketua DPD PDIP Jatim itu.
Selain menyuguhkan materi sejarah dan biografi Bung Karno, pada KBK ini peserta juga akan dibekali kemampuan mengenal diri, menyelesaikan persoalan pribadi, serta memperkuat semangat berdikari.
“Pemuda harus menjadikan semangat Soekarno muda sebagai inspirasi untuk berkarya. Cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan tidak boleh padam di dada generasi sekarang,” ujar Erma menutup paparannya.
Untuk diketahui, peserta yang mengikuti KBK ini mendapatkan sejumlah fasilitas. Antara lain sertifikat, materi dari narasumber berpengalaman, kesempatan membangun jejaring antar sekolah, serta bekal pengetahuan kebangsaan yang bermanfaat untuk masa depan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










