Minggu
29 Maret 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPR Mulai Siapkan UU PRT, Puan: Kedudukan Pekerja Rumah Tangga Akan Setara Majikan

pdip jatim 260312 pm

JAKARTA – Setelah puluhan tahun bekerja tanpa perlindungan hukum yang jelas, pekerja rumah tangga (PRT) di Indonesia berpeluang memiliki kedudukan yang setara dengan pemberi kerja.

Peluang tersebut muncul setelah DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) sebagai usul inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan regulasi tersebut disiapkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi jutaan pekerja rumah tangga yang selama ini bekerja tanpa standar ketenagakerjaan yang jelas.

“Dengan adanya RUU PPRT ini, maka status pekerja rumah tangga akan memiliki kedudukan yang setara dengan pemberi kerja serta sebagai pekerja tentunya mendapatkan hak, terutama perlindungan bagi dirinya,” kata Puan.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan ini, pengesahan RUU tersebut sebagai inisiatif DPR menjadi langkah awal untuk menghadirkan regulasi yang mengatur hak dan kewajiban pekerja rumah tangga secara lebih jelas.

Selanjutnya, pembahasan RUU PPRT akan dilakukan bersama pemerintah hingga nantinya dapat disahkan menjadi undang-undang.

RUU ini dinilai penting mengingat jumlah pekerja rumah tangga di Indonesia sangat besar. Data Jala PRT mencatat sekitar 4,2 juta orang bekerja sebagai pekerja rumah tangga, sementara Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 8 hingga 10 juta orang jika termasuk yang belum terdata.

Namun selama ini sebagian besar pekerja rumah tangga bekerja tanpa kontrak kerja, tanpa standar jam kerja yang jelas, tanpa jaminan sosial, serta tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Kondisi tersebut membuat pekerja rumah tangga kerap berada dalam situasi kerja yang rentan terhadap eksploitasi. “Hal ini menempatkan PRT pada situasi dan kondisi yang sangat eksploitatif. PRT juga merupakan masalah yang tersembunyi, sulit dijangkau dan sering terabaikan,” ujar Puan.

Melalui RUU PPRT, DPR mendorong pengaturan berbagai hak dasar pekerja rumah tangga, termasuk hak atas jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, calon pekerja rumah tangga juga akan mendapatkan akses pendidikan dan pelatihan vokasi dari pemerintah maupun lembaga penyalur tenaga kerja.

RUU PPRT sendiri telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade dan kembali mendapat perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk mendorong pengesahannya pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025.

DPR berharap pembahasan bersama pemerintah dapat menghasilkan regulasi yang komprehensif sehingga pekerja rumah tangga memperoleh perlindungan hukum yang layak sekaligus pengakuan atas profesi mereka. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Lumajang Minta Pemkab Lakukan Pengawasan Wisata Kolam Renang

LUMAJANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Supratman, meminta pemerintah daerah untuk melakukan ...
KRONIK

Wiwin PDIP Ajak Guru SLB Perkuat Nilai Budaya di Tengah Modernisasi

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menggelar sarasehan bersama ratusan guru ...
KRONIK

Kupatan dan Jejak Leluhur: Harmoni yang Tetap Hidup di Trenggalek

PAGI itu, Sabtu (28/3/2026) sawah di Desa Gamping, Kecamatan Suruh, tak lagi sekadar ruang tanam. Lumpur berubah ...
KRONIK

Lebaran Ketupat, Posko PDIP Sumenep Bagikan 100 Paket Sembako untuk Pengendara

SUMENEP – Posko PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar aksi berbagi kepada para pengendara pada momen perayaan ...
SEMENTARA ITU...

Servis Wabup Antok Buka Turnamen Bola Voli PWI Cup 2026

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, secara resmi membuka Turnamen Bola Voli PWI Cup 2026 dalam rangka ...
HEADLINE

Hasto Paparkan Kunci Resiliensi PDI Perjuangan di Forum Internasional CALD

MAKATI – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjadi pembicara utama dalam forum internasional ...