BANYUWANGI – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta wujud nyata semangat gotong royong dan toleransi, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menyerahkan enam ekor sapi kurban dari DPD PDI Perjuangan Jatim kepada pondok pesantren, panti asuhan dan masjid di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, mengatakan, momen Hari Raya Iduladha bukan sekadar momentum ibadan kurban, tetap juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Keberadaan hewan kurban ini bukan semata simbol ritual ibadah, namun juga memiliki makna mendalam sebagai cerminan ketaatan umah, khususnya warga PDI Perjuangan kepada Allah SWT serta semangat berbagi kepada sesama,” ujar Ana, Selasa (26/05/2026).
Menurut Ana, penyerahan hewan kurban kepada pondok pesantren, panti asuhan dan masjid merupakan kewajiban moral dan sosial Partai dengan harapan Partai mampu memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan lembaga keagamaan.

“Penyerahan hewan kurban ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan ibadah kurban di masing-masing ponpes dan masjid, serta memperkuat hubungan antara partai politik dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang disalurkan DPD PDI Perjuangan Jatim kepada ponpes dan Masjid dipastikan dalam kondisi sehat, memenuhi syarat umur untuk dikorbankan, aman dan dagingnya layak konsumsi.
“Seluruh hewan kurban dipastikan telah mengantongi surat keterangan sehat dan lolos pemeriksaan dari otoritas terkait sebelum disalurkan ke pesantren dan masyarakat,” terangnya.
Empat pondok pesantren yang menerima hewan kurban dari DPD PDI Perjuangan Jatim, di antaranya, Ponpes Adz Dzikra Banyuwangi, Ponpes Daar Al Mustafa Kebunwangi Alam Tegalsari, Ponpes Mambaul Huda Tegalsari dan Ponpes Minhajut Thullab Sumberberas Kecamatan Muncar, Masjid di Kecamatan Muncar dan salah satu panti asuhan di Kecamatan Banyuwangi.
“Semoga daging kurban dapat disalurkan secara merata kepada para santri, pengurus pondok, dan warga kurang mampu di sekitar lingkungan pesantren dan masjid, sehingga cakupan penerima manfaat menjadi lebih luas dan terarah,” terang Ana. (ars/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










