JAKARTA – Ketua Bidang Organisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan, posisi Joko Widodo sebagai presiden tidak serta merta dapat mendongkrak suara kemenangan kader PDI Perjuangan yang ikut pemilu kepala daerah. Kemenangan dalam pilkada, kata Djarot, bergantung kepada sejauh mana mesin partai di daerah bekerja.
Menurut Djarot, Jokowi menang dalam pilpres lalu karena diusung dan direkomendasikan partai serta didukung rakyat. “Tetapi bagaimana kemenangan pilkada nanti, adalah bagaimana kinerja kita ke depan,” kata Djarot, di sela acara fit and proper test bakal calon ketua DPD PDI Perjuangan di Kantor DPP, Jakarta, Sabtu (21/2/2015).
Dia mencontohkan, saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden pun tidak serta merta membuat calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrat menang. “Semua itu tergantung bagaimana kinerja kita di lapangan nanti,” ujarnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, bagi kader yang paling utama yakni kesolidan dan mampu bekerjasama. Hal itu, jelasnya, diperlukan untuk menjawab tantangan pilkada serentak.
“Oleh sebab itu harus solid dulu. 50 persen solid itu tentukan kemenangan menurut PDI Perjuangan,” jelas Djarot.
Seperti diketahui, DPR telah menyetujui revisi UU Pilkada, dan pelaksanaan pilkada serentak gelombang pertama dijadwalkan pada Desember 2015. Rencananya, ada 204 kepala daerah yang akan dipilih dalam pilkada serentak gelombang pertama ini.
Djarot menyatakan sepakat dengan hasil revisi UU Pilkada itu. Salah satu poin yang menjadi sorotan yakni mengenai pilkada serentak cukup satu putaran. Menurut dia, pengaturan atas hal tersebut sangat positif.
“Saya punya pengalaman pilkada dua putaran, dan effortnya itu sangat besar. Ada kekhawatiran pembelahan di dalam masyarakat yang justru dikhawatirkan menimbulkan kontra,” tutur mantan Wali Kota Blitar dua periode tersebut. (pri/*)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS