Sabtu
14 Februari 2026 | 5 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Disayangkan, Sikap SBY yang Selalu Menyerang Jokowi

pdip-jatim-hasto-tutup-bimtek-batu

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyayangkan sikap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang selalu mengaitkan masalah yang menimpanya dengan Presiden Joko Widodo.

Contoh terakhir, kata Hasto, terkait pengakuan mantan Ketua KPK Antasari Azhar, yang menduga dikriminalisasi oleh SBY.

Hasto menilai, SBY melimpahkan masalahnya kepada Jokowi dengan menyebut grasi Antasari Azhar bersifat politis.

“Apa persoalan besar dari Pak SBY sehingga setiap ada persoalan dia selalu menyerang Bapak Jokowi? Ini yang membuat kami agak prihatin,” kata Hasto, Rabu (15/2/2017).

Sebagai seorang pemimpin, SBY seharusnya bisa mengedepankan hal-hal yang menyejukkan, bukan menuduh tanpa dasar yang jelas.

Dia menegaskan, bahwa grasi untuk Antasari diberikan Jokowi atas pertimbangan Mahkamah Agung, bukan untuk menyerang pihak tertentu.

Hasto lalu menyinggung pemberian grasi kepada Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun kasus penyelundupan ganja di Bali oleh SBY pada Mei 2012 lalu.

“Sekiranya logika Bapak SBY itu dipakai tentu saja pemberian grasi terhadap Corby juga bisa dimaknakan berbeda,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno minta SBY tidak melulu mengaitkan segala persoalan dengan Presiden Joko Widodo. “Jangan semuanya diarahkan ke Istana, atau apalagi ke Presiden,” ujar Pratikno, di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Pratikno mencatat, sudah tiga kali Ketua Umum Partai Demokrat itu menyerang Istana atau Presiden. Pertama, soal pemberian grasi Antasari sendiri.

SBY menyebut grasi Antasari bermuatan politis dan merupakan cara penguasa saat ini untuk mendiskreditkan dirinya.

Kedua, pernyataan pengacara Basuki Tjahaja Purnama di persidangan soal bukti percakapan SBY dengan Ketua MUI Ma’ruf Amin. SBY menuding bukti yang dimaksud adalah transkrip percakapan hasil sadapan.

SBY mengatakan, tindakan penyadapan seharusnya hanya dilakukan oleh penegak hukum. Oleh sebab itu, jika hal itu benar, maka ‘bola panas’ ada di tangan Presiden Jokowi, Polri, dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Ketiga, soal demonstrasi di kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan. Pihak SBY menuding mahasiswa yang menumpang 10 bus itu datang atas suruhan pihak Istana.

Pratikno menegaskan, sebaiknya SBY berhenti mengaitkan segala sesuatu yang terjadi dengan Istana dan Presiden Jokowi.

“Intinya, kita kembalikan lah ke proporsinya. Jangan semuanya itu diarahkan ke Istana atau apalagi ke Presiden,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Saat Banyak Usaha Tumbang, Sofi Justru Menemukan Peluang di Kandang Sapi

BONDOWOSO – Di saat banyak usaha terpukul pandemi Covid-19 pada 2020, Sofi Indriasari justru menemukan jalan baru ...
LEGISLATIF

Aspirasi Gen-Z Mencuat dalam Reses DPRD Jatim, Program Pelatihan Gratis Disiapkan

SURABAYA – Kebutuhan ruang pengembangan diri bagi generasi muda atau Gen-Z menjadi salah satu aspirasi utama yang ...
KRONIK

Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Ramadan, Bupati Lukman Gelar Pangan Murah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ...
EKSEKUTIF

Setiap Selasa dan Jumat Kerja Bakti, Ini Langkah Baru Pemkab Blitar

BLITAR – Upaya membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan mulai diperkuat di Kabupaten Blitar. Pemerintah ...
KRONIK

Gerakan Jumat Naik Angkutan Umum, Bupati Ipuk Pilih Becak Listrik ke Kantor

BANYUWANGI – Gerakan menggunakan transportasi umum dan ojek online tiap Jumat konsisten dilakukan karyawan di ...
KRONIK

Jelang Ramadan, Bupati Fauzi Pantau Harga dan Stok Sembako di Pasar Anom

SUMENEP – Menyambut bulan suci Ramadan, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turun ke Pasar Anom memantau ...