oleh

Diresmikan, Jembatan Suroboyo Jadi Ikon Baru Kota Surabaya

pdip-jatim-jembatan-kenjeran-diresmikanSURABAYA – Sekira pukul 20.00 wib, Sabtu (9/7/2016), Wali Kota Tri Rismaharini meresmikan Jembatan Suroboyo di kawasan Pantai Kenjeran.

Peresmian jembatan terpanjang se-Surabaya yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana ini ditandai bunyi sirine dan iringan pesta kembang api

Pesta kembang api yang berdurasi kurang lebih 15 menit mengundang perhatian masyarakat, jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Forpimda, anggota DPRD Surabaya, dan pimpinan daerah se-Jawa Timur yang diundang dalam acara ini.

Lampu yang sengaja dipadamkan panitia menambah kemeriahan suasana dan keindahan di langit Kenjeran. Apalagi ketika air mancur warna warni yang merupakan salah satu ke-khas-an Jembatan Suroboyo, mulai menari-nari

Selepas pertunjukan air mancur menari, musik orkestra mengiringi perjalanan para tamu untuk berselfi ria di sepanjang jembatan.

Selain di sepanjang jembatan, para pengunjung juga membanjiri anjungan jembatan. Mereka sengaja mencari posisi untuk melihat semua atraksi yang disuguhkan Pemerintah Kota Surabaya.

Tri Rismaharini mengatakan, Pemkot Surabaya sengaja membikin acara ini semeriah mungkin. “Supaya masyarakat tidak sia-sia datang sejak sore dan rela berdesakan,” kata Risma.

Dia mengaku senang bisa meresmikan jembatan sepanjang 800 meter tersebut, yang selama ini telah ditunggu-tunggu warga Kota Pahlawan.

Menurut dia, peresmian sengaja digelar setelah Lebaran untuk menarik perhatian masyarakat luar Surabaya saat mudik. “Saya ingin mereka semakin lama di sini, dan bisa menikmati salah satu destinasi wisata Kota Surabaya,” jelasnya.

Risma berharap, Jembatan Suroboyo mampu mengubah pandangan masyarakat tentang kawasan Pantai Kenjeran. Dia juga berharap dengan adanya jembatan ini, kawasan pesisir pantai timur Surabaya ini menjadi lebih baik.

“Apalagi sebentar lagi Surabaya akan menjadi tuan rumah acara UN Habitat,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap keberadaan jembatan yang jadi ikon baru Kota Pahlawan ini mampu mendongkrak perekonomian warga di pesisir pantai, khususnya warga Bulak dan Kenjeran. (goek)