BATU – Rumah reyot Ibu Satuni, 61 tahun, warga Jalan Darsono RT 03 RW 11 Kelurahan Ngaglik, Kota Batu kini sudah kembali layak huni. Ini berkat kepedulian dan gotong-royong kader PDI Perjuangan Kota Batu merenovasi dan mempercantik Satuni pada Minggu (25/1/2026).
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus HUT ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Aksi gotong-royong itu ditunjukkan seluruh jajaran pengurus DPC, PAC hingga Anak Ranting. Mulai mempercantik struktur tembok, mengaduk semen, pembersihan dan lain sebagainya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu Saifudin Zuhri menegaskan bahwa langkah ini ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar semua kader terus ‘turun ke akar rumput’ merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat.
”Ibu Mega ingin seluruh jajarannya turun langsung ke bawah, kalau bisa menangis dan tertawa bersama rakyat. Salah satunya lewat kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni,” jelas Saifudin.
Dia membeberkan fakta bahwa di tengah gemerlap pariwisata Kota Batu ternyata masih ada warganya yang tinggal di rumah tak layak dan bahkan memprihatinkan. Rumah Satuni sendiri separuhnya juga masih terbuat dari gedek bambu.
Fenomena seperti inilah yang membuat DPC PDIP Kota Batu hari ini tak ingin kerja-kerja kerakyatan hanya sekedar seremonial. Pihaknya berkomitmen kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan. Hingga saat ini, laporan masuk dari hotline yang dibuka juga masih banyak selain Satuni.
Pria yang juga anggota DPRD Jatim tersebut menekankan poin penting dalam program dari partai berlogo banteng ini adalah fleksibilitas bantuan. Pihaknya menyasar rumah tidak layak huni yang selama ini tidak tersentuh bantuan pemerintah daerah karena kendala status kepemilikan lahan.

“Bantuan pemerintah seringkali terbentur aturan administratif seperti sertifikat atau kejelasan status tanah. Banyak warga yang tanahnya masih milik orang tua dan belum terbagi waris, sehingga pemerintah kota tidak berani masuk. Di sinilah kami hadir memberikan solusi lewat bedah rumah versi kami,” terangnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, DPC PDI Perjuangan Kota Batu resmi membuka Hotline Pengaduan. Warga yang membutuhkan renovasi rumah atau mengetahui ada tetangga yang tinggal di hunian tidak layak dapat melapor langsung ke kantor DPC.
“Kami akan melakukan pengecekan data di Kecamatan Batu, Bumiaji, hingga Junrejo. Jika data yang masuk banyak, tidak menutup kemungkinan bedah rumah dilakukan dua kali dalam sebulan. Kami berkomitmen ini akan berkelanjutan, bukan hanya sekali jalan,” tegas Saifudin.
Senada, Sekretaris DPC PDIP Kota Batu Khamim Tohari mengatakan bahwa anggaran program ini bersumber dari swadaya dan gotong royong anggota partai. Kegiatan ini menjadi bentuk kehadiran PDIP sebagai partainya wong cilik.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan kegiatan ini berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa terus meluas demi kesejahteraan masyarakat tanpa harus bingung dengan tetek bengek administratif pemerintahan.
“Hari ini kita mulai di tiga kecamatan. Untuk tahap awal, masing-masing kecamatan satu rumah. Ini adalah inisiatif mandiri agar warga bisa menghuni rumah yang layak meskipun status tanahnya belum memungkinkan untuk mendapat bantuan program pemerintah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar doa bersama dan potong tumpeng dalam rangka HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus HUT ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Turut hadir pula Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










