MALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengatakan, masifnya perkembangan teknologi informasi mendorong orangtua untuk mengubah cara pola asuh terhadap anaknya.
Terutama di masa remaja, sebagai sebuah fase yang sangat menentukan dalam tumbuh kembang seorang anak untuk menjadi pribadi dewasa.
Untari menekankan pentingnya perhatian dan kasih sayang orangtua dalam masa tumbuh kembang anak di fase remaja. Hal ini dikarenakan orangtua merupakan guru pertama bagi anak dalam mempelajari banyak hal.
Untari menekankan pentingnya sosialisasi kepada orangtua agar mengerti dalam mendidik anak dengan pola yang benar.
“Pada zaman sekarang ini, banyak anak-anak remaja yang terpengaruh dengan digitalisasi. Seperti halnya gadget. Ketika mereka sudah memegang itu, maka mereka sudah dikendalikan secara tidak langsung dan tanpa disadari,” kata Sri Untari.
Hal itu dia sampaikan dalam kegiatan workshop bertema “Pendampingan Orang Tua Terhadap Perkembangan Pendidikan Anak Usia Remaja (Gen-Z)” di Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (20/9/2023) lalu.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu juga menekankan pentingnya komunikasi antara orangtua dan anak yang tengah menginjak fase remaja. Sebab pada fase remaja inilah rasa keingintahuan seorang anak muncul.

“Hal utama yang menjadi faktor agar bisa mengontrol perilaku anak adalah komunikasi. Karena komunikasi yang baik sangat efektif untuk merekatkan hubungan antara orang tua dengan anak-anak mereka sehingga akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Untari memahami banyak orangtua yang mengalami kesulitan dalam beradaptasi dalam era digital. Walaupun demikian, pendampingan orang tua pada anak remaja harus tetap terjalin.
“Saya paham kalau mungkin orangtua berpikiran anak saya cepat sekali tumbuhnya. Namun sebagai orangtua kita harus menghargai setiap perkembangan anak sebagai sosok individu calon dewasa dan masih perlu pendampingan terkait pertumbuhan mentalnya,” ujar dia.
Untari juga menekankan pentingnya penghargaan dan dukungan orangtua terhadap setiap proses perkembangan anak. Serta peran aktif orangtua untuk melakukan berbagai pendekatan untuk memperlakukan remaja sesuai usia mereka.
“Pertama dari orangtua, untuk memfasilitasi anak remaja serta mempersiapkan diri menghadapi anak remaja. Kedua, melalui teman sebaya, karena lingkungan anak juga akan membentuk anak kita seperti apa,” jelasnya.
Apalagi pada era digital sekarang ini, ketika pergaulan anak remaja menjadi tidak terbatasi karena berhadapan dengan teknologi yang tidak kasat mata.
“Sedangkan kita tidak bisa membatasi anak kita untuk tidak boleh berselancar di dunia maya. Oleh karenanya, pentingnya edukasi dari dalam keluarga harus ditingkatkan,” tutur Untari. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










