Kamis
24 September 2026 | 12 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Bumi Bung Karno, Risma Babar Program “Resik-Resik Jawa Timur”

pdip jatim 241028 TR blitar 1

BLITAR – Calon Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini, memaparkan visinya untuk program ‘Resik-Resik Jawa Timur’ saat berkampanye di Kota Blitar, Minggu (28/10/2024) malam.

Melalui program tersebut, Risma bertekad untuk membawa perubahan menuju pemerintahan yang bersih dan pelayanan prima bagi masyarakat Jawa Timur.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk generasi muda, pegiat lingkungan, relawan, dan organisasi masyarakat, Risma mengangkat tema ‘Mbok-e Wong Jawa Timur Punya Cerita’ dan berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Walikota Surabaya dan Menteri Sosial.

Dia menceritakan upaya keras yang dilakukan untuk membenahi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saat menjadi Menteri Sosial, saya rela begadang di kantor dan tidur di mobil hanya untuk memastikan kantor terlihat bersih. Hasilnya, kementerian yang saya pimpin kini bahkan terlihat seperti hotel,” ungkap Risma.

Dia menegaskan bahwa program ‘Resik-Resik Jawa Timur’ yang dia usung dalam Pilgub Jatim 2024 bertujuan untuk memberantas budaya buruk seperti pungli, korupsi, dan pelayanan yang lamban. Dirinya yakin bahwa pemerintahan yang bersih merupakan kunci untuk mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat.

“Semuanya harus bersih, terutama pemerintahan. Jika tidak bersih, semua layanan masyarakat akan terganggu,” tegas Risma.

Selain isu pemberantasan korupsi, Risma juga memaparkan sejumlah program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dia berjanji untuk menyediakan sekolah gratis hingga jenjang SMA, perlindungan kesehatan menyeluruh, serta pelatihan dan modal bagi warga rentan untuk berwirausaha.

“Kami akan mengimplementasikan program-program yang sudah berhasil di Surabaya untuk membangun Jawa Timur yang lebih baik. Kami tidak anti kritik; masukan dari masyarakat justru akan menjadi perbaikan bagi kami,” ujarnya.

Risma juga menceritakan keberhasilannya dalam mewujudkan sekolah gratis hingga SMA saat menjabat sebagai Walikota Surabaya. Ia menegaskan bahwa pendidikan gratis dalam programnya benar-benar tanpa pungutan tambahan dari pihak sekolah.

“Di Surabaya, kami gratiskan sekolah, dan guru-guru kami beri insentif serta sarana, sehingga tidak ada lagi alasan bagi sekolah untuk memungut uang tambahan. Ini akan kami terapkan di Jawa Timur,” papar Risma.

Terkait penyediaan lapangan pekerjaan, lanjutnya, dia memiliki program kewirausahaan sosial yang mirip dengan program pahlawan ekonomi di Pemkot Surabaya. Ia berencana memberikan pelatihan dan modal bagi warga rentan, seperti single parent, ibu rumah tangga, dan warga ekonomi lemah lainnya agar dapat memiliki pekerjaan.

Adapun dalam bidang kesehatan, Risma menekankan bahwa seluruh warga Jawa Timur seharusnya mendapatkan perlindungan kesehatan dari pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa di Surabaya, seluruh warga memperoleh pelayanan yang sama di rumah sakit karena sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Berobat ke rumah sakit tidak perlu lagi membawa kartu. Ini sudah diterapkan di Surabaya, bahkan sebelum ada istilah UHC,” ungkap Risma.

Sementara untuk program bagi generasi muda, Risma memberi perhatian khusus pada peningkatan keterampilan kerja anak muda. Ia memastikan setiap Kantor Bakorwil Jawa Timur menyediakan pelatihan pengembangan kewirausahaan.

“Kemauan dari masing-masing individu sangat penting. Kami pernah membantu warga yang awalnya ragu, dan setelah diberikan pelatihan, mereka bisa mendapatkan gaji di atas UMK. Ketika warga ingin maju, kami akan fasilitasi agar kemampuan mereka meningkat,” tutur Risma.

Dia juga menegaskan tidak anti kritik. Kritikan dari masyarakat akan menjadi masukan berharga untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik.

“Kami tidak anti kritik. Seperti di Surabaya, ada Radio Surabaya yang selalu mengkritik kekurangan Pemkot. Justru itu menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki hal-hal yang perlu dibenahi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kampanye Risma di Bumi Bung Karno disambut antusias oleh masyarakat. Mereka berharap visi ‘Resik-Resik Jawa Timur’ dapat terwujud dan membawa perubahan signifikan bagi pembangunan Provinsi Jawa Timur. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...