Minggu
14 Juni 2026 | 12 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Bumi Bung Karno, Risma Babar Program “Resik-Resik Jawa Timur”

pdip jatim 241028 TR blitar 1

BLITAR – Calon Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini, memaparkan visinya untuk program ‘Resik-Resik Jawa Timur’ saat berkampanye di Kota Blitar, Minggu (28/10/2024) malam.

Melalui program tersebut, Risma bertekad untuk membawa perubahan menuju pemerintahan yang bersih dan pelayanan prima bagi masyarakat Jawa Timur.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk generasi muda, pegiat lingkungan, relawan, dan organisasi masyarakat, Risma mengangkat tema ‘Mbok-e Wong Jawa Timur Punya Cerita’ dan berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Walikota Surabaya dan Menteri Sosial.

Dia menceritakan upaya keras yang dilakukan untuk membenahi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saat menjadi Menteri Sosial, saya rela begadang di kantor dan tidur di mobil hanya untuk memastikan kantor terlihat bersih. Hasilnya, kementerian yang saya pimpin kini bahkan terlihat seperti hotel,” ungkap Risma.

Dia menegaskan bahwa program ‘Resik-Resik Jawa Timur’ yang dia usung dalam Pilgub Jatim 2024 bertujuan untuk memberantas budaya buruk seperti pungli, korupsi, dan pelayanan yang lamban. Dirinya yakin bahwa pemerintahan yang bersih merupakan kunci untuk mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat.

“Semuanya harus bersih, terutama pemerintahan. Jika tidak bersih, semua layanan masyarakat akan terganggu,” tegas Risma.

Selain isu pemberantasan korupsi, Risma juga memaparkan sejumlah program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dia berjanji untuk menyediakan sekolah gratis hingga jenjang SMA, perlindungan kesehatan menyeluruh, serta pelatihan dan modal bagi warga rentan untuk berwirausaha.

“Kami akan mengimplementasikan program-program yang sudah berhasil di Surabaya untuk membangun Jawa Timur yang lebih baik. Kami tidak anti kritik; masukan dari masyarakat justru akan menjadi perbaikan bagi kami,” ujarnya.

Risma juga menceritakan keberhasilannya dalam mewujudkan sekolah gratis hingga SMA saat menjabat sebagai Walikota Surabaya. Ia menegaskan bahwa pendidikan gratis dalam programnya benar-benar tanpa pungutan tambahan dari pihak sekolah.

“Di Surabaya, kami gratiskan sekolah, dan guru-guru kami beri insentif serta sarana, sehingga tidak ada lagi alasan bagi sekolah untuk memungut uang tambahan. Ini akan kami terapkan di Jawa Timur,” papar Risma.

Terkait penyediaan lapangan pekerjaan, lanjutnya, dia memiliki program kewirausahaan sosial yang mirip dengan program pahlawan ekonomi di Pemkot Surabaya. Ia berencana memberikan pelatihan dan modal bagi warga rentan, seperti single parent, ibu rumah tangga, dan warga ekonomi lemah lainnya agar dapat memiliki pekerjaan.

Adapun dalam bidang kesehatan, Risma menekankan bahwa seluruh warga Jawa Timur seharusnya mendapatkan perlindungan kesehatan dari pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa di Surabaya, seluruh warga memperoleh pelayanan yang sama di rumah sakit karena sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Berobat ke rumah sakit tidak perlu lagi membawa kartu. Ini sudah diterapkan di Surabaya, bahkan sebelum ada istilah UHC,” ungkap Risma.

Sementara untuk program bagi generasi muda, Risma memberi perhatian khusus pada peningkatan keterampilan kerja anak muda. Ia memastikan setiap Kantor Bakorwil Jawa Timur menyediakan pelatihan pengembangan kewirausahaan.

“Kemauan dari masing-masing individu sangat penting. Kami pernah membantu warga yang awalnya ragu, dan setelah diberikan pelatihan, mereka bisa mendapatkan gaji di atas UMK. Ketika warga ingin maju, kami akan fasilitasi agar kemampuan mereka meningkat,” tutur Risma.

Dia juga menegaskan tidak anti kritik. Kritikan dari masyarakat akan menjadi masukan berharga untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik.

“Kami tidak anti kritik. Seperti di Surabaya, ada Radio Surabaya yang selalu mengkritik kekurangan Pemkot. Justru itu menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki hal-hal yang perlu dibenahi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kampanye Risma di Bumi Bung Karno disambut antusias oleh masyarakat. Mereka berharap visi ‘Resik-Resik Jawa Timur’ dapat terwujud dan membawa perubahan signifikan bagi pembangunan Provinsi Jawa Timur. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siap Copot Kepala Dinas Jika Ada Kelalaian Proyek yang Tewaskan Warga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah duka korban kecelakaan di kawasan proyek saluran air Margorejo. Eri ...
KRONIK

PDIP Jatim Dorong Duet Indah-Yudha Tetap Dipertahankan Pimpin Lumajang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten ...
KABAR CABANG

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang ...
LEGISLATIF

Widarto Soroti Aksi Petani Bagikan Timun Gratis, Desak Pemkab Jember Benahi Tata Kelola Pertanian

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto merespons aksi petani yang membagikan timun gratis akibat harga anjlok hingga Rp500 ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Respons Aspirasi Pelaku Budaya, Dorong Penguatan Legalitas DKD Kota Kediri

Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid merespons aspirasi pelaku budaya terkait legalitas Dewan Kebudayaan ...
LEGISLATIF

Reses, Warga Ngariboyo Magetan Usul Pelebaran Jalan Hingga Peralatan Pesta

MAGETAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan, ...