oleh

Di Banyuwangi Bakal Ada Pasar Wisata Ala Chatuchak Market

BANYUWANGI – Bagi yang pernah berwisata ke Bangkok, Thailand, tentu tidak akan melewatkan kesempatan mampir ke Chatuchak Market, salah satu pasar terbesar di dunia.

Meski hanya buka Sabtu dan Minggu, tiap week-end tak kurang dari 400 ribu orang mengunjungi pasar yang menawarkan beraneka barang dengan harga murah ini. Mulai dari pakaian, hewan, buku, tanaman, artefak, keramik, keranjang unik, barang antik, aneka dekorasi rumah, sepatu, dan lainnya.

Konsep pasar yang menyediakan barang-barang khas ini, juga segera diwujudkan di Banyuwangi. Pemkab setempat, saat ini sedang membangun pasar wisata terpadu yang berada di lokasi strategis sisi selatan pintu masuk wilayah kota.

Pasar ini diintegrasikan dengan terminal wisata dan penginapan, sehingga sekaligus menjadi salah satu titik kumpul dan destinasi bagi para wisatawan lokal serta mancanegara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, desain pasar sekaligus terminal tersebut dibikin spesial. Konsepnya dibikin terpadu dengan terminal wisata dan penginapan.

Terminal wisata tersebut menjadi semacam sentra transportasi sebelum wisatawan menuju ke berbagai destinasi wisata di Banyuwangi.

Menurut Anas, pasar rakyat ini dibangun khusus, di antaranya untuk membidik segmen wisatawan.

“Kami harapkan ke depan bisa jadi jujugan untuk berburu semua yang khas dari Banyuwangi. Kurang-lebih inginnya seperti Chatuchak Market di Thailand yang segmentasinya memang untuk wisatawan yang datang ke Bangkok,” kata Anas.

Beragam produk akan dijual di pasar tersebut, mulai dari batik, kerajinan tangan, hingga berbagai jenis suvenir. Selain itu, tetap ada pedagang kebutuhan pangan sehari-hari untuk masyarakat.

“Jadi nanti wisatawan dan warga akan berbaur. Ini upaya kami membangun ekosistem wisata,” jelas bupati yang diusung PDI Perjuangan saat Pilkada Banyuwangi ini.

Bangunan pasar dan terminal wisata terpadu ini kini hampir rampung dan diharapkan bisa diresmikan akhir 2017 atau setidaknya awal 2018. Pasar ini dibangun sejak 2015. Lokasi pasar ini dahulu adalah pasar rakyat, namun terkesan kotor dan tak teratur.

Di kompleks tersebut juga disediakan terminal khusus untuk tempat berkumpulnya kendaraan wisata, misalnya minibus dan Trooper yang akan mengangkut penumpang ke berbagai destinasi wisata. “Di lantai bawah juga dibangun Tourist Information Center,” jelas Anas.

Menariknya, pasar anyar itu tidak menyingkirkan para pedagang pasar yang sebelumnya bertempat di sana. Mereka disiapkan kios-kios yang jualannya disesuaikan dengan konsep pariwisata, seperti jual kuliner, buah lokal, dan beragam kerajinan. (goek/*)