Rabu
17 Juni 2026 | 12 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Soroti Check Lock 4 Kali Sehari di Pemkab Sumenep

pdip-jatim-darul-fath-sumenep

SUMENEP – Kebijakan check lock empat kali dalam sehari bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat sorotan anggota dewan.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath mengatakan, absen kehadiran sampai empat kali itu dinilai tidak efektif. Sebab, tidak semua ASN selalu stand by di kantor masing-masing.

Darul berpendapat, kebijakan tersebut perlu dikoreksi. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, saat bertugas di lapangan, seorang ASN harus pontang-panting balik kantor hanya untuk check lock.

Dia mencontohkan staf sekretariat dewan, dan beberapa ASN lain, yang mobilitasnya ke lapangan, bahkan dari level staf hingga Kepala OPD.

“Kalau mereka sedang ada di lapangan, sedang inspeksi misalnya, mereka harus pontang-panting balik ke kantor sekadar mau memastikan finger print. Memastikan mereka terdeteksi kehadirannya,” kata Darul di ruang fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Selasa (7/1/2020).

Darul mengatakan, orientasi menciptakan sistem pemerintahan yang baik atau good government tidak harus memperumit abdi negara.

Menurutnya, ada pertimbangan lain yang harus dilakukan pemerintah. Contoh riilnya, Pemkab Banyuwangi dan Pemprov Jawa Timur yang memberlakukan check lock dua kali dalam sehari kerja.

“ASN sudah tertib dengan absen dua kali. Kalau harus ditertibkan dengan absen empat kali, saya tidak tahu motivasinya apa? Tapi yang jelas kita setuju untuk mengoreksi, supaya kelincahan para ASN tidak terkunci oleh sekedar daftar kehadiran,” tegas wakil rakyat asal Pulau Masalembu itu.

Selain tidak efektif, kebijakan absen empat kali itu juga akan berdampak pada pendapatan ASN itu sendiri. Baik berupa pemotongan gaji, ataupun tunjangan kinerja.

“Karena kalau staf sekwan misalnya ikut anggota dewan sedang inspeksi ke kecamatan terjauh misalnya, mereka kan mengalami kerugian budgetter, karena daftar kehadiran itu kan berimplikasi pada berkah dan rejeki bagi mereka,” jelas Darul.

Untuk itu, Komisi I DPRD Sumenep akan memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep untuk mengklarifikasi soal empat kali check lock.

“Secara resmi Komisi I akan mengundang pihak BKPSDM untuk memberikan klarifikasi-klarifikasi,” tegas pria yang juga Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep ini. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Penurunan Anggaran BPBD di Tengah Ancaman El Nino

Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho menyoroti turunnya anggaran BPBD Jember tahun 2026 di tengah ...
SEMENTARA ITU...

Ruwat Agung Soekarno di Kediri, Momentum Bangkitkan Jati Diri Bangsa dari Situs Bersejarah Ndalem Pojok

Ruwat Agung Soekarno digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri. Kegiatan budaya ini menjadi ...
KABAR CABANG

Usung Spirit Jas Merah, PAC Karangrejo Magetan Bersih-bersih Punden

MAGETAN — Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, menggelar aksi kerja ...
KRONIK

Bulan Bung Karno di Blitar, Budaya Jadi Jembatan Menanamkan Nilai Pancasila

Ribuan warga memadati Alun-Alun Kanigoro dalam peringatan Bulan Bung Karno yang menghadirkan wayang kulit, macapat, ...
LEGISLATIF

Respons Aksi Mahasiswa, Ketua DPRD Kota Malang Minta MBG Dievaluasi Menyeluruh

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis ...
HEADLINE

Hasto Kristiyanto Ungkap 3 Pesan Moral Gatotkaca: Berani Bela Kebenaran dan Keadilan

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap tiga pesan moral dari tokoh pewayangan Gatotkaca dalam ...