Sabtu
01 Agustus 2026 | 7 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Soroti Check Lock 4 Kali Sehari di Pemkab Sumenep

pdip-jatim-darul-fath-sumenep

SUMENEP – Kebijakan check lock empat kali dalam sehari bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat sorotan anggota dewan.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath mengatakan, absen kehadiran sampai empat kali itu dinilai tidak efektif. Sebab, tidak semua ASN selalu stand by di kantor masing-masing.

Darul berpendapat, kebijakan tersebut perlu dikoreksi. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, saat bertugas di lapangan, seorang ASN harus pontang-panting balik kantor hanya untuk check lock.

Dia mencontohkan staf sekretariat dewan, dan beberapa ASN lain, yang mobilitasnya ke lapangan, bahkan dari level staf hingga Kepala OPD.

“Kalau mereka sedang ada di lapangan, sedang inspeksi misalnya, mereka harus pontang-panting balik ke kantor sekadar mau memastikan finger print. Memastikan mereka terdeteksi kehadirannya,” kata Darul di ruang fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Selasa (7/1/2020).

Darul mengatakan, orientasi menciptakan sistem pemerintahan yang baik atau good government tidak harus memperumit abdi negara.

Menurutnya, ada pertimbangan lain yang harus dilakukan pemerintah. Contoh riilnya, Pemkab Banyuwangi dan Pemprov Jawa Timur yang memberlakukan check lock dua kali dalam sehari kerja.

“ASN sudah tertib dengan absen dua kali. Kalau harus ditertibkan dengan absen empat kali, saya tidak tahu motivasinya apa? Tapi yang jelas kita setuju untuk mengoreksi, supaya kelincahan para ASN tidak terkunci oleh sekedar daftar kehadiran,” tegas wakil rakyat asal Pulau Masalembu itu.

Selain tidak efektif, kebijakan absen empat kali itu juga akan berdampak pada pendapatan ASN itu sendiri. Baik berupa pemotongan gaji, ataupun tunjangan kinerja.

“Karena kalau staf sekwan misalnya ikut anggota dewan sedang inspeksi ke kecamatan terjauh misalnya, mereka kan mengalami kerugian budgetter, karena daftar kehadiran itu kan berimplikasi pada berkah dan rejeki bagi mereka,” jelas Darul.

Untuk itu, Komisi I DPRD Sumenep akan memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep untuk mengklarifikasi soal empat kali check lock.

“Secara resmi Komisi I akan mengundang pihak BKPSDM untuk memberikan klarifikasi-klarifikasi,” tegas pria yang juga Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep ini. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Erma Susanti Kawal Implementasi Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Erma Susanti minta implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 benar-benar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Tinjau Bubidaya Lele dan Ayam Petelur, Pastikan Manfaat Program Pemberdayaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meninjau budidaya ikan lele dan ayam petelur milik kelompok ...
KRONIK

Dugaan Pemerkosaan Dua Santriwati di Sidoarjo: BBHAR PDIP Jatim Mintakan Perlindungan dan Restitusi dari LPSK

SURABAYA – Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur secara resmi mengajukan ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Boyong 5 Penghargaan Harganas Jatim, Inovasi TPA Masmundari Jadi Andalan

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik meraih lima penghargaan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ...
KABAR CABANG

Musran-Musranran se-Kecamatan Kalidawer Sukses Akomodasi 30 Persen Gen Z dan Perempuan

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se- Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, ...
LEGISLATIF

DPRD Lamongan Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sebuah Perusahaan Pembekuan Ikan

LAMONGAN – Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan merekomendasikan penghentian sementara operasional sebuah perusahaan CV ...