Kamis
05 November 2026 | 6 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Desa Jadi Pusat Produksi Pertanian

Jokowi di pematang sawah

Jokowi di pematang sawahJAKARTA — Bakal calon presiden Joko “Jokowi” Widodo bertekad akan menjadikan desa dan masyarakatnya sebagai pusat produksi pertanian. Itu adalah salah satu cara Jokowi mengatasi persoalan kemiskinan akut di Indonesia.

“Petani harus betul-betul merasa produknya itu menguntungkan, sehingga mereka terpacu untuk produksi terus,” kata Jokowi di Jakarta, Kamis (22/5/2014) malam.

Supaya petani merasa produknya menguntungkan, sehingga terpacu memproduksi lebih banyak, jelas Jokowi, mereka harus didukung dengan persediaan varietas unggul produk pertanian. Produk itu pun harus memiliki kelebihan dengan produk sejenis dari daerah lain.

Tak kalah penting, tambah Jokowi, pemerintah memastikan bahwa produk petani memiliki pasar jelas. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus mengawasi proses distribusi produk pertanian agar tidak ada oknum yang mempermainkan harga produk.

“Terakhir, kita back up dengan modal yang baik, bikin bank untuk petani. Ingat orientasi kita desa itu tempat produksi, bukan konsumsi,” jelas Jokowi.

Jika potensi produk suatu daerah terangkat atas strategi itu, lanjut Jokowi, hal itu sejalan dengan ide pembangunan sistem tol laut yang juga dia gagas. Produk pertanian antardaerah di Indonesia bisa terdistribusi dengan baik. Dengan demikian Indonesia tak tergantung dengan barang impor.

“Kalau sudah tumbuh begitu, dari barat ke timur, Sabang sampai Merauke pasti akan ada pemerataan,” ujarnya.

“Jika semua infrastruktur siap, ekonomi ikut bergerak maju. Kalau begitu lapangan kerja pun akan terbuka, efeknya harus seperti itu,” ucap dia.

Turunkan AKI dan AKB

Jokowi yang berpasangan dengan cawapres Jusuf Kalla juga memasukkan target menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial di bidang kesehatan. Dalam visi-misi yang pasangan ini serahkan kepada Komisi Pemilihan Umum, program menurunkan angka kematian ibu dan bayi akan mendapat alokasi khusus dari anggaran negara.

Untuk menurunkan AKI (angka kematian ibu), AKB (angka kematian bayi), serta pengendalian HIV/AIDS maupun penyakit menular dan kronis, pasangan Jokowi-JK akan mengalokasikan anggaran negara sekurang-kurangnya 5 persen.

Komitmen ini bagian dari memperjuangkan kebijakan khusus untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan, khususnya bagi penduduk di pedesaan dan daerah terpencil. Salah satu langkahnya adalah menyediakan persalinan gratis bagi setiap perempuan yang melakukan persalinan.

Lebih lanjut, pasangan ini juga berkomitmen menghentikan praktik kekerasan terhadap perempuan. Upaya itu dilakukan mulai dari pencegahan, peningkatan kualitas kelembagaan, peningkatan alokasi anggaran, hingga segera membahas dan mengesahkan RUU Kekerasan Seksual. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Kader PKK Jadi Penggerak Ekonomi 157 Desa Kreatif Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ...
KABAR CABANG

Rumah Warga Rusak Diterjang Angin, PDIP dan Pemkab Bondowoso Gerak Cepat Bangun Kembali

BONDOWOSO – Rumah Ridwan, seorang warga RT 12 RW 05, Desa Badean, Kecamatan Bondowoso, rusak diterjang angin ...
LEGISLATIF

Damkar Sulit Masuk Gang Sempit, Sony Usulkan Pengadaan Armada Kecil di Kota Malang

MALANG – Sulitnya akses mobil pemadam kebakaran (damkar) ke kawasan permukiman padat penduduk menjadi perhatian ...
KRONIK

Izin TPA Mrican Terbit, Agung Dorong Pemilahan Sampah dari Tingkat RT

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya mengantongi izin penggunaan kawasan hutan milik Perum ...
KRONIK

Stadion Ketonggo Ngawi Siap Antar Persinga Ikuti Liga 3, Tinggal Pasang CCTV

NGAWI – Stadion Ketonggo Kabupaten Ngawi terus dipersiapkan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Nusantara ...
LEGISLATIF

Pilkades Serentak Jombang 2027 Diikuti 286 Desa, Komisi A DPRD Kawal Anggaran dan Regulasi

JOMBANG – Sebanyak 286 desa di Kabupaten Jombang direncanakan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak ...