BLITAR – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka cita datang dari pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Ibu Tumini salah satu anggota keluarga dari Ketua Ranting Kelurahan Sentul, Dwi Cahyono meninggal dunia, Sabtu (14/9/2024) dini hari.
Kabar duka ini pun langsung didengar dan direspon Ketua PAC Kepanjenkidul, Yudi Meira. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Syahrul Alim dan calon Walikota Blitar, Bambang Rianto termasuk juga Ketua Barisan Guruh Sukarno Putra, Didik Nurhadi.
Keempatnya langsung bergegas dan bertakziah ke rumah duka. Kedatangan mereka disambut dengan penuh rasa haru dari pihak keluarga.
Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Sentul, Dwi Cahyono yang merupakan pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat. Terlebih lagi bagi keluarga besar PDI Perjuangan yang telah memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah Ibu Tumini.
“Kami atas nama pihak keluarga, apabila Mbok Tumini semasa hidup ada kesalahan yang disengaja atau pun tidak mohon dimaafkan. Kami juga minta bantuan doa nya agar Ibu Tumini almarhumah, diterima amal ibadah dan budi-baiknya serta Husnul Khotimah,” ucap Dwi Cahyono.
Ketua PAC Kepanjenkidul, Yudi Meira pun langsung menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ibu Tumini.
Bahkan Yudi mengatakan semua pengurus Ranting dan PAC Kepanjenkidul turut berduka cita dan minta pihak keluarga yang ditinggal agar tabah dan bersabar.
“Semoga almarhumah ditempatkan yang terbaik oleh Allah SWT,” kata Yudi Meira yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Blitar ini.
Hal yang sama juga diutarakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Syahrul Alim. Dia juga mengungkapkan kesedihannya dan duka mendalam atas kepergian Ibu Tumini.
“PDI Perjuangan adalah keluarga besar, maka ketika ada kabar duka yang dialami Ketua Ranting, Bapak Dwi Cahyono, maka semua Anak Ranting, Ranting, PAC dan DPC juga merasakan duka dan kehilangan yang sama,” tutur Syahrul Alim yang juga Ketua DPRD Kota Blitar.
Tak jauh berbeda juga yang disampaikan calon Walikota Blitar, Bambang Rianto. Dia juga mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar PDI Perjuangan Kota Blitar, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucap Bambang Rianto.
Dia berharap keluarga yang ditinggalkan agar ikhlas dan tabah. Di moment ini dia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya Banteng Blitar Raya untuk bersama-sama mendoakan almarhumah Ibu Tumini semoga berpulang dalam keadaan husnul khotimah.
“Mari sama-sama kita doakan semoga beliau diampuni segala khilaf dan salahnya. Diterima semua amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” kata Bambang Rianto.
“Pun demikian juga sebagai sesama muslim mengantarkan jenazah sampai ke peristirahatan terakhir merupakan penghormatan terakhir sesama muslim dan hukumnya sunnah. Sesuai hadish nabi yang artinya: Apabila seorang Muslim mati, iringilah jenazahnya,” sambung pria Bambang yang ikut mengantarkan jenazah sampai ke lokasi pemakaman setempat. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










