Selasa
16 Juni 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Data Pemerintah Lebih Lengkap Ketimbang “Panama Papers”

pdip-jatim-pramono-anung-seskab

pdip-jatim-pramono-anung-seskabJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, data milik pemerintah tentang warga Indonesia yang memiliki aset di negara tax haven  lebih lengkap ketimbang dokumen “Panama Papers”.

“Data pemerintah dibandingkan Panama Papers sebenarnya lebih lengkap,” kata Pramono Anung, kepada wartawan di kantornya, Rabu (6/4/2016).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menyatakan, data di Panama Papers hanya berisi list orang. Sedang data yang dimiliki pemerintah, ada list orang, transfer uangnya ke mana, kapan dilakukan, dan siapa yang melakukan.

Meski demikian, tambah Pramono, pemerintah tetap mencocokkan data Panama Papers dengan data milik pemerintah.

“Ini kami lihat dari perspektif positif. Ada data, kami validasi. Apalagi kami akan mengeluarkan tax amnesty sehingga jadi klop,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku punya data 6.000 rekening orang Indonesia yang ada di luar negeri dengan jumlah fantastis. Data ini menjadi dasar diusulkannya RUU Pengampunan Pajak atau tax amnesty oleh pemerintah.

Memang belum tentu ada pelanggaran hukum bagi orang-orang yang namanya tercantum dalam Panama Papers. Namun, dokumen itu disinyalir memperlihatkan banyaknya pengusaha Indonesia yang menghindari pembayaran pajak dalam jumlah besar.

Dengan adanya pengampunan pajak, diharapkan pengusaha-pengusaha asal Indonesia itu dapat mengembalikan uangnya ke Indonesia.

Menurut Pramono, percuma saja pengusaha Indonesia menyembunyikan uangnya di luar negeri untuk menghindari aturan di republik ini. Sebab, pada 2018 mendatang negara-negara sepakat untuk membuka data perbankannya.

“Bagi mereka, tax amnesty adalah kesempatan, dan agar uang itu bisa kembali dan bisa dipakai pemerintah bangun negara ini. Terutama infrastruktur yang jadi andalan Presiden Jokowi,” tuturnya.

Pramono berharap, setidaknya DPR RI sudah mulai mengetok palu RUU tersebut pada Juni atau akhir Mei 2016.

Namun, pembahasan RUU tax amnesty di DPR kembali ditunda. Empat Fraksi belum setuju untuk membahas RUU usulan pemerintah tersebut dan ingin berkonsultasi lebih dahulu dengan Presiden Jokowi. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bulan Bung Karno di Blitar, Budaya Jadi Jembatan Menanamkan Nilai Pancasila

Ribuan warga memadati Alun-Alun Kanigoro dalam peringatan Bulan Bung Karno yang menghadirkan wayang kulit, macapat, ...
LEGISLATIF

Respons Aksi Mahasiswa, Ketua DPRD Kota Malang Minta MBG Dievaluasi Menyeluruh

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis ...
HEADLINE

Hasto Kristiyanto Ungkap 3 Pesan Moral Gatotkaca: Berani Bela Kebenaran dan Keadilan

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap tiga pesan moral dari tokoh pewayangan Gatotkaca dalam ...
KRONIK

Tahun Baru Hijriah, Bupati Ipuk Minta ASN Tebar Kepedulian dan Perkuat Kolaborasi Layani Masyarakat

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh ASN bergotong royong menyalurkan donasi untuk ...
KRONIK

Di Istana Gebang, Seniman-Budayawan Menitipkan Tawa dan Tangis Mereka

Renovasi Istana Gebang di Kota Blitar disambut antusias para pelaku seni dan budayawan. Bagi mereka, rumah masa ...
KRONIK

PDIP: Gelombang Aksi Mahasiswa Adalah Alarm Demokrasi yang Harus Didengar

Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro menilai gelombang aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika ...