oleh

Dari Kota Batu, Perdamaian Dapat Mendunia

pdip-jatim-gala-dinner-biitBATU – Mulai Jumat (2/12/2016), “Batu International Islamic Tourism (BIIT) 2016” digelar di Kota Batu. BIIT 2016 bertema “Megawisata Batu untuk Dunia” tersebut bakal berlangsung hingga Minggu (4/12/2016).

Mengawali rangkaian acara BIIT, digelar gala dinner di Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Rabu (30/11/2016) malam. Acara tersebut dihadiri perwakilan sejumlah kedutaan besar, seperti Kedutaan Besar Venezuela, Tiongkok, Vietnam, Fiji, Meksiko, dan Suriname.

Wali Kota Eddy Rumpoko menginginkan, Kota Batu nantinya menjadi miniatur negara-negara di dunia. “Budaya, kerajinan, kesenian dan potensi negara-negara di dunia, diwujudkan di Kota Batu. Kami siap memfasilitasi,” kata ER, sapaan Eddy Rumoko.

Wali kota yang juga kader PDI Perjuangan ini bahkan menggaransi Kota Batu aman dan damai. Modalnya, antara lain masyarakat yang rendah diri, jujur, memiliki budaya dan etika.

Menurut ER, hadirnya budaya dan potensi tiap negara di dunia di Batu, sebagai wujud perdamaian, tidak ada perang dan permusuhan.

Selain itu, juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan menampilkan wisata edukasi dan karakter-karakter bangsa di dunia.

“Supaya masyarakat Batu dan wisatawan bisa menikmatinya serta menambah pengetahuan dan tidak perlu lagi datang ke negara tujuan untuk mengetahui budayanya,” jelas dia.

Untuk mewujudkan itu, sebut ER, perlu dorongan dari pemerintah usat. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk meyakinkan dubes-dubes negara sahabat.

BIIT ini, tambah dia, menjadi pintu masuk untuk menunjukkan ke negara luar bahwa perdamaian tidak harus diciptakan negara-negara besar. “Tapi dari kota kecil ini perdamaian dapat mendunia,” ujarnya.

Sesuai rencana, Batu International Islamic Tourism 2016 akan dihadiri perwakilan 20 negara dari lima benua. Yakni Amerika, Asia, Australia, Afrika, dan Eropa, serta ribuan warga NU seluruh Indonesia.

Kegiatan perwakilan dari sejumlah kedutaan negara sahabat di Indonesia selama mengikuti BIIT 2016, di antaranya diplomatik tour dan menanam pohon. (goek)

rekening gotong royong