Selasa
11 Agustus 2026 | 2 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dana Transfer Pusat Belum Jelas, Ketua DPRD Trenggalek Ubah Pola Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap R-APBD 2026

pdip jatim 250930 paripurna DPRD nggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi memimpin sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2026, Senin (29/9/2025).

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa pandangan umum fraksi disampaikan secara tertulis.

Menurut Doding yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, pola rapat kali ini mengalami penyesuaian. Biasanya jawaban bupati langsung menyusul setelah pandangan umum fraksi, namun tahun ini didahului rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Perubahan ini dilakukan karena adanya ketidakpastian mengenai nominal dana transfer dari pusat. Jadi sebelum jawaban bupati disampaikan, kita sinkronkan dulu dengan Banggar dan TAPD agar proyeksi APBD sesuai dengan kondisi riil anggaran,” jelas Doding.

Dia menambahkan, seluruh fraksi menyerahkan pandangan umum secara tertulis agar dapat dipelajari secara detail oleh TAPD.

“Bukan berarti kita tidak mau membacakan, tetapi ketika dibahas terlalu rinci sementara sinkronisasi anggaran dari pusat belum jelas, justru akan menimbulkan ketidaksesuaian. Dengan model tertulis, evaluasi bisa dipelajari, lalu disinkronkan di Banggar,” imbuhnya.

Doding juga menegaskan, rapat paripurna kali ini berlangsung dua sesi, yakni pembahasan renja tahun 2027 serta pandangan umum fraksi terkait Raperda APBD 2026.

Beberapa usulan dari fraksi, seperti PDI Perjuangan, juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai krusial untuk mendongkrak pertumbuhan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, yang hadir dalam rapat paripurna menyampaikan bahwa masukan fraksi akan ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Secara rinci masih akan kita pelajari karena pandangan umum disampaikan kolektif secara tertulis. Yang pasti, kami berkomitmen menjaga prioritas pembangunan, terutama di bidang infrastruktur,” ujar Mas Syah.

Menurutnya, APBD bersifat dinamis sehingga masih sangat mungkin mengalami perubahan sesuai dengan dinamika kebijakan pusat.

“Kita ingin APBD 2026 lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat luas, dengan prioritas tetap pada pembangunan yang bisa menyenangkan semua pihak,” tegasnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...