Sabtu
26 September 2026 | 6 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dana Transfer Pusat Belum Jelas, Ketua DPRD Trenggalek Ubah Pola Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap R-APBD 2026

pdip jatim 250930 paripurna DPRD nggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi memimpin sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2026, Senin (29/9/2025).

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa pandangan umum fraksi disampaikan secara tertulis.

Menurut Doding yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, pola rapat kali ini mengalami penyesuaian. Biasanya jawaban bupati langsung menyusul setelah pandangan umum fraksi, namun tahun ini didahului rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Perubahan ini dilakukan karena adanya ketidakpastian mengenai nominal dana transfer dari pusat. Jadi sebelum jawaban bupati disampaikan, kita sinkronkan dulu dengan Banggar dan TAPD agar proyeksi APBD sesuai dengan kondisi riil anggaran,” jelas Doding.

Dia menambahkan, seluruh fraksi menyerahkan pandangan umum secara tertulis agar dapat dipelajari secara detail oleh TAPD.

“Bukan berarti kita tidak mau membacakan, tetapi ketika dibahas terlalu rinci sementara sinkronisasi anggaran dari pusat belum jelas, justru akan menimbulkan ketidaksesuaian. Dengan model tertulis, evaluasi bisa dipelajari, lalu disinkronkan di Banggar,” imbuhnya.

Doding juga menegaskan, rapat paripurna kali ini berlangsung dua sesi, yakni pembahasan renja tahun 2027 serta pandangan umum fraksi terkait Raperda APBD 2026.

Beberapa usulan dari fraksi, seperti PDI Perjuangan, juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai krusial untuk mendongkrak pertumbuhan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, yang hadir dalam rapat paripurna menyampaikan bahwa masukan fraksi akan ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Secara rinci masih akan kita pelajari karena pandangan umum disampaikan kolektif secara tertulis. Yang pasti, kami berkomitmen menjaga prioritas pembangunan, terutama di bidang infrastruktur,” ujar Mas Syah.

Menurutnya, APBD bersifat dinamis sehingga masih sangat mungkin mengalami perubahan sesuai dengan dinamika kebijakan pusat.

“Kita ingin APBD 2026 lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat luas, dengan prioritas tetap pada pembangunan yang bisa menyenangkan semua pihak,” tegasnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...