oleh

Cerita Jokowi Soal Presiden Afghanistan yang Kagum pada Indonesia

BOGOR – Presiden Joko Widodo menerima sejumlah pengurus dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Istana Bogor. Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi nasional FKUB ketiga di Medan, yang telah selesai.

“Terima kasih atas kontribusi FKUB bagi kerukunan, toleransi, persaudaraan antarumat beragama di negara kita,” ucap Jokowi di Bogor, Selasa, 23 Mei 2017. Di hadapan anggota FKUB, Presiden lebih banyak berbagi cerita.

Di antara ceritanya, yaitu saat menghadiri pertemuan Arab Islamic America Summit 2017 di Riyadh, Arab Saudi. Jokowi mendapat masukan penting dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Di mata Ashraf, Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya sangat beragam.

Ashraf, menurut Jokowi,  kagum terhadap Indonesia yang bisa mengelola keberagaman tanpa pertikaian. “Titipan pesan beliau jaga betul yang namanya kerukunan dan persatuan itu,” kata Presiden Jokowi. Ashraf berpandangan jangan sampai Indonesia bertikai hanya karena segelintir kelompok.

Situasi yang berbeda terjadi di Afghanistan. Ashraf menceritakan kepada Presiden Jokowi kalau kekayaan alam di negaranya tidak terkelola dengan baik karena konflik yang tidak pernah usai.

Saat ini ada sekitar 40 faksi atau kelompok di Afghanistan yang sulit untuk diajak rukun. “Beliau (Ashraf) menyampaikan agar dibantu delegasi dari Indonesia, dari ulama, untuk merukunkan mereka,” ucap Jokowi.

Belajar dari Afghanistan, Presiden Jokowi menilai wajar bila terjadi gesekan di masyarakat. Meski demikian, percikan kecil harus segera diselesaikan dan jangan dibiarkan berlarut-larut.

Jokowi meminta kepada masyarakat agar bisa memilah mana urusan agama, politik, dan hukum. “Jangan campur aduk,” kata dia. Sebab ini akan membuat upayameredam konflik menjadi lebih sulit bila sudah terjadi.

Ikut mendampingi Presiden Jokowi  dalam pertemuan itu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Lalu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi. (tempo)