Rabu
30 September 2026 | 2 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Catatan Seskab Pramono Anung Selama 2015

pdip-jatim-pramono-anung-seskab

pdip-jatim-pramono-anung-seskabJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, 2015 adalah tahun penuh tantangan untuk pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu jadi salah satu catatan Pramono Anung sejak menjadi Seskab menggantikan Andi Widjajanto pada Agustus 2015.

“2015 memang tahun penuh tantangan, karena persoalan konsolidasi politik. Juga masih adanya dua kubu di parlemen pada waktu itu, KMP dan KIH,” kata Pramono kepada wartawan, di Gedung III Setneg, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu juga menyebutkan adanya bencana kabut asap yang menyita perhatian publik dan pemerintah selama 3-4 bulan. Bencana itu bahkan menjadi sorotan internasional.

Kinerja pemerintah makin terlihat setelah Presiden Jokowi merombak kabinetnya pada Agustus 2015. Peningkatan kinerja paling terlihat, kata Pramono, terjadi di sektor ekonomi.

Membaiknya kondisi ekonomi nasional itu, sebut Pramono, setelah dikeluarkannya delapan paket kebijakan. Terbitnya paket kebijakan itu dikomandoi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Di ujung tahun, persoalan ekonomi mengalami rebound. Indonesia menjadi tempat yang baik untuk berinvestasi,” ucap Pramono.

Pada semester pertama, sebut Pramono, pertumbuhan 4,67%, lalu naik 4,73%, kemudian naik lagi menjadi 4,8% lebih, dan terakhir sudah 5%. Menurut dia angka ini menunjukkan titik terbawah tantangan ekonomi sudah dilalui. Ini merupakan buah dari 8 paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah.

Dia yakin kondisi ekonomi nasional akan semakin membaik pada 2016. Hal itu dia sampaikan menyusul meningkatnya pembangunan infrastruktur.

“Fokusnya pada pembangunan infrastruktur, mengubah konsumsi menjadi produksi. Mudah-mudahan 2016 membaik, indikasinya permintaan semen dan baja meningkat,” jelasnya.

Berarti perombakan kabinet kemarin berdampak positif? “Ya masyarakat yang memberikan penilaian,” tegas pria asli Kediri itu.

Terkait dengan wacana reshuffle kabinet jilid II yang kini berkembang di masyarakat, Pramono Anung berpendapat, hal itu tidak mengganggu kinerja kabinet. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...