Jumat
30 Oktober 2026 | 2 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Catatan Seskab Pramono Anung Selama 2015

pdip-jatim-pramono-anung-seskab

pdip-jatim-pramono-anung-seskabJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, 2015 adalah tahun penuh tantangan untuk pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu jadi salah satu catatan Pramono Anung sejak menjadi Seskab menggantikan Andi Widjajanto pada Agustus 2015.

“2015 memang tahun penuh tantangan, karena persoalan konsolidasi politik. Juga masih adanya dua kubu di parlemen pada waktu itu, KMP dan KIH,” kata Pramono kepada wartawan, di Gedung III Setneg, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu juga menyebutkan adanya bencana kabut asap yang menyita perhatian publik dan pemerintah selama 3-4 bulan. Bencana itu bahkan menjadi sorotan internasional.

Kinerja pemerintah makin terlihat setelah Presiden Jokowi merombak kabinetnya pada Agustus 2015. Peningkatan kinerja paling terlihat, kata Pramono, terjadi di sektor ekonomi.

Membaiknya kondisi ekonomi nasional itu, sebut Pramono, setelah dikeluarkannya delapan paket kebijakan. Terbitnya paket kebijakan itu dikomandoi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Di ujung tahun, persoalan ekonomi mengalami rebound. Indonesia menjadi tempat yang baik untuk berinvestasi,” ucap Pramono.

Pada semester pertama, sebut Pramono, pertumbuhan 4,67%, lalu naik 4,73%, kemudian naik lagi menjadi 4,8% lebih, dan terakhir sudah 5%. Menurut dia angka ini menunjukkan titik terbawah tantangan ekonomi sudah dilalui. Ini merupakan buah dari 8 paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah.

Dia yakin kondisi ekonomi nasional akan semakin membaik pada 2016. Hal itu dia sampaikan menyusul meningkatnya pembangunan infrastruktur.

“Fokusnya pada pembangunan infrastruktur, mengubah konsumsi menjadi produksi. Mudah-mudahan 2016 membaik, indikasinya permintaan semen dan baja meningkat,” jelasnya.

Berarti perombakan kabinet kemarin berdampak positif? “Ya masyarakat yang memberikan penilaian,” tegas pria asli Kediri itu.

Terkait dengan wacana reshuffle kabinet jilid II yang kini berkembang di masyarakat, Pramono Anung berpendapat, hal itu tidak mengganggu kinerja kabinet. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HGU PT Makarti Dipersoalkan Warga Karangsari, Sonny: Banyak Opsi untuk Aksi

BANYUWANGI – Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Makarti mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ...
LEGISLATIF

Lewat GCC, Novita Hardini Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan ...
LEGISLATIF

Gus Falah Minta Pengedar Narkoba Diproses Maksimal, Soroti Bahaya Penyalahgunaan Vape

LAMONGAN – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, meminta aparat kepolisian memproses hukum ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto: Anggaran Rp300 Juta Tak Cukup Tanpa Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah

Hari Yulianto menegaskan kesadaran masyarakat menjadi kunci mengatasi sampah. Rencana BKK Rp300 juta Sidoarjo pada ...
KABAR CABANG

Hari Sumpah Pemuda, Widarto Ajak Gen Z Tak Apatis pada Politik Lewat Film Satir

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, mengajak generasi Z tidak apatis terhadap politik dan ikut ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Pasuruan Soroti Kemandirian Fiskal dalam Raperda Pajak dan Retribusi Daerah

PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan ...