BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyalurkan hibah bantuan sosial untuk pendidikan sebesar Rp16,94 miliar untuk 5.566 penerima untuk insentif guru swasta serta beasiswa pendidikan, mulai PAUD hingga mahasiswa.
Bupati Banyuwangi, menyamapikan rasa hormat dan terima kasih atas jerih payah para pendidik untuk dunia pendidikan Banyuwangi. Jasa yang diberikan oleh para tenaga pendidik sungguh sangat besar.
“Ini adalah bentuk komitmen kuat pemerintah daerah yang menempatkan bidang pendidikan sebagai program prioritas wajib. Kami ingin semua anak di Banyuwangi mendapatkan pendidikan yang baik. Termasuk para tenaga pendidiknya mendapatkan perhatian cukup dari pemerintah,” ujar Bupati Ipuk di Banyuwangi, Sabtu (31/12/2022).
“Kami menyadari, apa yang kami berikan ini belum sebanding dengan peran para guru dalam memberikan layanan kepada siswa. Semoga pengabdian para guru menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” imbuhnya.
Bupati Ipuk juga berpesan pada para orang tua agar terus memperhatikan pendidikan anaknya. Orang tua memegang peran penting terhadap tumbuh kembang anak dan dunia pendidikan.
“Semangati terus putra atau putrinya agar selalu semangat dalam menuntut ilmu,” terang Bupati Ipuk.
Sepanjang tahun 2022, Pemkab Banyuwangi menyalurkan bantuan untuk guru diniyah dan guru swasta kepada 2.146 guru, bansos kepala sekolah, guru PAUD non-ASN untuk 266 guru.
“Semoga ini bisa memotivasi para guru untuk tetap bisa memberikan layanan terbaik bagi siswa,” jelasnya.
Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan bantuan kepada pelajar dan mahasiswa berupa beasiswa, biaya hidup, uang saku, serta uang transportasi. Hibah diberikan kepada mahasiswa dan pelajar yang rentan tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
“Dengan berbagai program afirmatif ini, kami berharap seluruh anak di Banyuwangi bisa mendapatkan layanan pendidikan yang baik sehingga kualitas sumber daya manusia Banyuwangi terus meningkat,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.
Selain itu, Bupati Ipuk juga menjelaskan, bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan diniyah sebesar Rp1,98 miliar.
“Tentu saja, bantuan ini masih belum bisa menyentuh seluruh penyelenggara pendidikan. Keterbatasan anggaran daerah, mengharuskan adanya skala prioritas yang harus dibantu,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, menjelaskan bahwa berbagai hibah tersebut tersalur dalam berbagai program. Di antaranya, beasiswa Banyuwangi Cerdas, Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Muda Putus Sekolah), bantuan uang saku dan uang transportasi bagi pelajar rentan putus sekolah, dan lain sebagainya.
“Ini semua untuk mengakselerasi pendidikan di Banyuwangi. Baik yang formal maupun yang informal, yang negeri maupun yang swasta, di semua jenjang,” ujarnya. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS