Rabu
22 Juli 2026 | 6 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi Dukung Penuh Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-07062024

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang senantiasa mengingatkan masyarakat akan bahasa radikalisme dan terorisme.

Hal tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat menghadiri acara Gembira Bergama atau Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama yang digelar FKPT Provinsi Jawa Timur dan BNPT di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (5/6/2024), dengan peserta dari tokoh agama dan aktivis organisasi keagamaan setempat.

Menurut Bupati Fauzi, pencegahan sekaligus penaggulangan radikalisme dan terorisme menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga ketenangan masyarakat dan kelestarian budaya dengan menjaga keharmonisan dan sikap tenggang rasa atau toleransi.

Dia menjelaskan, wilayah Kabupaten Sumenep yang terdiri atas 27 kecamatan, dan 9 di antaranya merupakan kepulauan, itu mudah dilalui aneka macam persoalan, termasuk di dalamnya radikalisme.

“Keanekaragaman persoalan itu tentunya wajib diantisipasi secara terus-menerus oleh kami dengan melibatkan ulama, serta bisa menggalang kerja sama dengan berbagai pihak. Kalau persoalan radikalisme dan terorisme, ada FKPT Jawa Timur dan BNPT,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sumenep tercatat memiliki 126 pulau, dan 48 pulau di antaranya berpenghuni yang tersebar di 10 kecamatan, yakni 9 kecamatan kepulauan dan 1 kecamatan daratan.

Karena itu, Bupati Fauzi menegaskan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan FKPT Jatim. Meski isu intoleransi, radikalisme dan terorisme tidak tampak di permukaan seperti beberapa tahun lalu, tambah Bupati Fauzi, pergerakannya diyakini masih ada di masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus mendapat dukungan semua pihak di daerah dalam rangka pencegahan demi menjaga kerukunan dan keamanan seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Sementara Ketua FKPT Jawa Timur, Hesti Armiwulan, menambahkan bahwa radikalisme dan terorisme dapat diantisipasi dengan penguatan nilai-nilai kearifan loka.

“Persoalan radikalisme dan terorisme bisa diantisipasi dengan budaya melalui penguatan kearifan lokal. Kearifan masyarakat menjadi bagian penting yang harus terpelihara, sehingga terwujud saling menghargai dan toleran terhadap setiap perbedaan,” ujarnya.

Sejauh ini, kehidupan keberagamaan di Sumenep cukup kondusif. Namun, dari karakter masyarakat dan letak geografisnya patut mendapat perhatian serius, terutama dari sisi kecenderungan akan bahaya radikalisme dan terorisme. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...