Kamis
04 Juni 2026 | 7 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi Dukung Penuh Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-07062024

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang senantiasa mengingatkan masyarakat akan bahasa radikalisme dan terorisme.

Hal tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat menghadiri acara Gembira Bergama atau Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama yang digelar FKPT Provinsi Jawa Timur dan BNPT di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (5/6/2024), dengan peserta dari tokoh agama dan aktivis organisasi keagamaan setempat.

Menurut Bupati Fauzi, pencegahan sekaligus penaggulangan radikalisme dan terorisme menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga ketenangan masyarakat dan kelestarian budaya dengan menjaga keharmonisan dan sikap tenggang rasa atau toleransi.

Dia menjelaskan, wilayah Kabupaten Sumenep yang terdiri atas 27 kecamatan, dan 9 di antaranya merupakan kepulauan, itu mudah dilalui aneka macam persoalan, termasuk di dalamnya radikalisme.

“Keanekaragaman persoalan itu tentunya wajib diantisipasi secara terus-menerus oleh kami dengan melibatkan ulama, serta bisa menggalang kerja sama dengan berbagai pihak. Kalau persoalan radikalisme dan terorisme, ada FKPT Jawa Timur dan BNPT,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sumenep tercatat memiliki 126 pulau, dan 48 pulau di antaranya berpenghuni yang tersebar di 10 kecamatan, yakni 9 kecamatan kepulauan dan 1 kecamatan daratan.

Karena itu, Bupati Fauzi menegaskan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan FKPT Jatim. Meski isu intoleransi, radikalisme dan terorisme tidak tampak di permukaan seperti beberapa tahun lalu, tambah Bupati Fauzi, pergerakannya diyakini masih ada di masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus mendapat dukungan semua pihak di daerah dalam rangka pencegahan demi menjaga kerukunan dan keamanan seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Sementara Ketua FKPT Jawa Timur, Hesti Armiwulan, menambahkan bahwa radikalisme dan terorisme dapat diantisipasi dengan penguatan nilai-nilai kearifan loka.

“Persoalan radikalisme dan terorisme bisa diantisipasi dengan budaya melalui penguatan kearifan lokal. Kearifan masyarakat menjadi bagian penting yang harus terpelihara, sehingga terwujud saling menghargai dan toleran terhadap setiap perbedaan,” ujarnya.

Sejauh ini, kehidupan keberagamaan di Sumenep cukup kondusif. Namun, dari karakter masyarakat dan letak geografisnya patut mendapat perhatian serius, terutama dari sisi kecenderungan akan bahaya radikalisme dan terorisme. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...