JAKARTA – Ketua Bidang Ekonomi DPP PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, mengimbau para pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan se-Madura untuk senantiasa turun ke bawah, menyapa dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Imbauan itu disampaikannya dalam Rakercab Serentak DPC dan PAC PDI Perjuangan se-Madura, Kamis (14/9/2021). Rakercab sendiri dilaksanakan secara hybrid. Para pengurus DPC dan PAC hadir di setiap kabupaten, dan MH Said Abdullah membuka acara melalui zoom.
Menurut Said, dalam setiap momentum Rakercab, pihaknya selalu mengingatkan kepada semua pengurus dan kader di semua tingkatan bahwa konsolidasi itu sangat penting. Baik di lingkungan internal kepengurusan partai ataupun turun langsung ke bawah menyapa masyarakat.
“Di mana pun dalam setiap Rakercab, pasti kata kuncinya adalah konsolidasi. Tapi konsolidasi yang paling penting ialah turun ke bawah menyapa masyarakat,” ujar Said di hadapan peserta Rakercab.

Said juga meminta agar pengurus di semua tingkatan untuk melebarkan sayap dengan membangun hubungan dengan kepala desa, para guru ngaji dan kiai kampung. Sebab, di Madura, diakui atau tidak masih berpatron kepada para kiai dan ulama.
“Bahwa di Madura peran kiai central, itu iya. Tapi, PDI Perjuangan tidak mungkin akan masuk ke kiai-kiai besar. Makanya, kita rangkul kiai-kiai kampung, guru ngaji, dan para kepala desa,” ucapnya.
Selain itu, Ketua Banggar DPR RI itu juga mengingatkan para pengurus DPC dan PAC se- Madura untuk senantiasa memanfaatkan media sosial. Menurutnya, para pengurus dan kader PDI Perjuangan untuk senantiasa mempublikasikan kegiatan sosial bersama masyarakat.
“Minimal setiap kegiatan kita dipublikasikan di Instagram, Facebook dan Twitter. Tidak cukup hanya berteriak turun ke bawah tanpa pemberitaan. Karena ini sudah eranya,” ungkapnya.
Selain itu, anggota DPR RI empat periode itu juga menyinggung soal dana abadi pesantren. Menurutnya, dana abadi pesantren yang diteken oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu itu hasil dari perjuangan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.
“Kita tunjukkan ke publik bahwa peran serta Badan Anggaran (Banggar) dan kader PDI Perjuangan dalam memperjuangkan dana abadi pesantren,” ucapnya.
Sebab itu, Said meminta komitmen semua kader, baik yang jadi pengurus DPC, PAC dan bahkan yang duduk di kursi legislatif maupun eksekutif untuk bergotong royong membesarkan partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut.
“Kita harus bersungguh-sungguh bahwa konsolidasi itu sangat penting dan maha penting. Karena tanpa dirasa, tahun depan sudah memasuki tahapan pemilu,” kata Said menegaskan. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS