BATU – Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar pelatihan “Memenangkan Pemilu Melalui Jalur Kebudayaan” di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Jumat (17/12/2021). Pelatihan tiga hari ini diikuti 54 pengurus BKN DPC PDI Perjuangan se-Jatim.
Wakil Ketua Bidang Kebudayaan DPD PDI Perjuangan Jatim Ony Setiawan mengatakan, jajaran BKN harus selalu setia dalam tugas ideologisnya untuk melestarikan budaya-budaya asli bangsa Indonesia
“BKN ini harus mampu, selain menjalankan fungsi kebudayaan yang ada di tanah air juga melakukan penyelamatan situs-situs budaya yang ada di Jawa Timur. Karena situs ini adalah peninggalan masa lalu. Ini adalah fungsi ideologis yang harus kita emban sebagai BKN,” ungkap Ony Setiawan.
Menurutnya, Bung Karno mencetuskan konsep Trisakti yang di dalamnya juga menekankan aspek budaya. Yakni berkepribadian di bidang Kebudayaan.
Berkepribadian dalam kebudayaan inilah, jelas Ony, yang menjadi tugas utama BKN.

Termasuk didalamnya, bebernya, BKN bisa merangkul dan mewadahi para pelaku seni dan penghayat budaya lokal di wilayahnya masing-masing.
Hal ini sebagai upaya nyata dari BKN dalam mewujudkan terciptanya tatanan masyarakat yang menghargai budaya asli nenek moyangnya.
Salah satunya dengan mengubah stigma dan pandangan masyarakat umum, terkait dengan kegiatan para pelaku seni tradisional dan penghayat kebudayaan.
Menurut Kepala BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut, para pelaku seni dan penghayat bisa terorganisir secara baik dan hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.
Namun bekerja saja, tambah Ony, masih belum cukup. BKN harus bisa melakukan komunikasi politik, membangun kesadaran politik di tengah-tengah masyarakat, bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang dengan total dan bersungguh-sungguh memperjuangkan juga melestarikan nilai-nilai dan budaya asli Indonesia.

“Kita harus melakukan komunikasi politik atau branding. Kita melakukan komunikasi politik atas apa yang sudah dikerjakan oleh partai ini. Partai ini kerjanya apa, siapa yang diperjuangkan,” terangnya.
Melalui kerja-kerja ini, dia meyakini, dasar awal terbentuknya masyarakat tidak bisa dilepaskan dari akar budaya yang lahir bersamaan dengan mereka.
Sehingga dari akar budaya itu, dapat dirumuskan sebuah strategi politik yang tepat dalam gerak kepartaian PDI Perjuangan.
Oleh karenanya dengan menguasai budaya asli daerah yang dibarengi kerja-kerja nyata di tengah masyarakat, sebutnya, akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya pemenangan PDI Perjuangan secara nasional di 2024.
“Aktivitas-aktivitas itu, juga harus disampaikan kepada publik, bahwa PDI Perjuangan dengan bahasa-bahasa yang bisa dipahami publik, nguri-uri budayanya, menghargai budaya asli nenek moyang,” kata Ony. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS