Kamis
30 April 2026 | 9 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Bolehkan Pasar Takjil, Asal Gak Uyel-uyelan, Bayarnya Non-Tunai

pdip-jatim-ipuk-pasar-takjil-21

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi memfasilitasi dan mendukung pasar takjil Ramadan di 25 kecamatan. Tidak hanya mendorong geliat perekonomian warga, kebijakan memperbolehkan pasar takjil itu juga bermanfaat mempermudah pengawasan protokol kesehatan (prokes) serta higienitas makanan yang dijajakan para pelaku usaha mikro tersebut.

“Pandemi Covid-19 belum berlalu. Tapi, kami sadari, ekonomi rakyat harus tetap jalan. Untuk itu, saya mengizinkan pasar takjil beroperasi, namun protokol kesehatan tetap harus dikawal. Pengunjung dan penjual harus disiplin pakai masker, jaga jarak, maupun sediakan hand sanitizer,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Hal itu dia ungkapkan saat meluncurkan Pasar Takjil (Pasti) Ramadan di Jalan Brigjen Katamso, Banyuwangi, Selasa (13/4/2021) sore.

Bupati dari PDI Perjuangan tersebut mengatakan, pasar takjil ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Banyuwangi.

Sedikitnya ada 64 pelaku UMKM yang membuka stan di ruas jalan yang berlokasi di utara kantor DPRD Banyuwangi tersebut.

Mereka menjual aneka makanan serta minuman yang biasa disediakan untuk takjil. Mulai makanan ringan seperti patola, kue bagiak, kolak, hingga aneka makanan berat.

Para pengunjung yang datang ke sana harus berjalan kaki dan wajib mematuhi aturan 3 M. Jarak antar penjual ditata sedemikian rupa agar tidak berjubel.

Di pasar takjil, para pengunjung juga dianjurkan melakukan pembayaran cashless untuk menekan resiko penularan Covid-19. Pembeli tidak perlu membayar pakai uang tunai, tetapi cukup melakukan pemindaian (scan) barcode yang tersedia di lapak pedagang dan melakukan pembayaran sesuai nominal pembeliannya.

Ipuk menambahkan, pasar takjil ini juga bagian dari menjaga tradisi Ramadan, dimana secara turun temurun pasar Takjil ini lumrah dilaksanakan, namun menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Selain itu juga untuk memperkuat solidaritas sosial warga.

“Tidak hanya untuk memulihkan perekonomian, namun sekaligus mendorong budaya saling membantu tetap terjaga. Misalnya, ASN yang gajinya relatif stabil, diharapkan berbelanja takjil di pasar ini untuk membantu para pelaku UMKM,” tuturnya. (ryo/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDIP Turun ke Buruh Rokok Malang, Deni Tegaskan Partai Harus di Barisan Terdepan Bela Pekerja

PDIP turun langsung ke buruh rokok Malang jelang May Day 2026. Deni Wicaksono tegaskan partai di barisan terdepan ...
KRONIK

KBS Berhasil Kembangbiakkan Komodo, Eri Cahyadi: Bisa Menaikkan Animo Masyarakat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Kebun Binatang Surabaya (KBS) ...
UMKM

UMKM Keripik di Ngawi “Tercekik” Kenaikan Harga Kedelai, Migor dan Plastik

NGAWI – Geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik tempe di Kabupaten Ngawi tengah diuji oleh lonjakan ...
SEMENTARA ITU...

Ratusan Guru di Nganjuk Dibekali Ilmu Jurnalistik dan Cara Bikin Konten untuk Promosikan Pendidikan

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Diklat Jurnalistik ...
SEMENTARA ITU...

Dari Jual Bubur ke Tanah Suci: Kisah Mbah Marsiyah, CJH Tertua yang Dapat Kursi Roda dari Mas Dhito

Kisah Mbah Marsiyah (105), CJH tertua Indonesia asal Kediri, yang menabung dari jual bubur hingga berangkat haji ...
KABAR CABANG

DPC Sidoarjo Kirimkan Tenaga Medis dalam Peringatan Hari Buruh di Malang, 500-an Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo memberangkatkan tenaga medis untuk mendukung perayaan Hari Buruh ...