Jumat
16 Oktober 2026 | 2 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyak Perbedaan di Masyarakat, H Gunawan: Wawasan Kebangsaan Bisa Menyatukan

pdip-jatim-220301-gunawan-wasbang

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur H Gunawan menjabarkan ihwal wawasan kebangsaan yang gencar disosialisasikan legislator ke masyarakat. Hal itu dia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di aula Hotel Grand Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (27/2/2022).

Menurut Gunawan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang atau pola pikir warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Indonesia yang terdiri atas 17 ribu pulau, ratusan suku dan bahasa dapat bergabung dan menyatu mendeklarasikan diri sebagai satu kesatuan entitas politik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karenanya, melalui wasbang (wawasan kebangsaan) ini akan dijabarkan bagaimana pola pikir kita bisa menyatukan perbedaan dalam suatu landasan dasar negara yaitu Pancasila,” kata Gunawan.

Indonesia, jelasnya, adalah bangsa yang unik, karena berdiri dan disatukan dalam perbedaan-perbedaan multikultural. Namun semua perbedaan itu, dapat dijawab dan diselesaikan melalui nilai-nilai Pancasila.

Melalui nilai-nilai Pancasila, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tersebut meyakini semua permasalahan bisa terselesaikan. Contohnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa artinya Indonesia tidak menganut paham atheis maupun komunis.

Oleh sebab itu, terang dia, wawasan kebangsaan ini adalah upaya dari DPRD Provinsi Jawa Timur untuk bisa melakukan persamaan dalam membangun untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, meski banyak perbedaan.

Terkhusus masyarakat di Kabupaten Malang, bisa hidup saling berdampingan, saling menghormati dan saling menyayangi satu sama lain antar umat beragama, sehingga keharmonisan dan kerukunan dapat terjaga dengan baik.

“Bukan justru saling menyakiti dan menghina,” ujar anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Dalam sosialisasi wawasan kebangsaan ini, juga dihadirkan narasumber Chairul Basar. Dia menjabarkan seputar pemberdayaan masyarakat di era digital harus melibatkan para generasi digital, yakni para pemuda, perempuan dan warganet secara umum. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...