SURABAYA – Peningkatan angka infeksi Covid-19 di Kota Surabaya dalam seminggu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak. Terhitung hingga Jumat (16/7/2021) ada tambahan kasus sebanyak 2.124 dalam satu hari sehingga total kasus aktif sebanyak 7.503 warga.
Kapasitas Rumah Sakit rujukan Covid-19 dan tempat isolasi yang disediakan pemerintah seperti Hotel Asrama Haji serta sejumlah hotel yang telah kelebihan kapasitas mengakibatkan cukup banyak warga yang melakukan isolasi mandiri.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya H Budi Leksono mengatakan, satgas kampung tangguh bisa lebih dioptimalkan untuk membantu upaya pengawasan, terapi dan pencegahan penularan.
“Kota Surabaya mempunyai satgas kampung tangguh, ini bisa dioptimalkan perannya untuk melakukan pelacakan hingga menggalang gotong royong bagi warga yang isolasi mandiri,” kata Budi Leksono, kemarin.
Selain itu satgas kampung tangguh juga bisa melakukan penyemprotan disinfektan, memberikan laporan kepada Puskesmas bagi warga yang isoman untuk mendapatkan permakanan dan obat – obatan.
“Jadi pemerintah tidak bisa sendirian menghadapi Pandemi , butuh banyak tangan untuk saling membantu. Satgas Kampung Tangguh adalah pejuang dalam perang melawan Covid-19,” ujarnya
Sekretaris KomisiA DPRD Surabaya ini menceritakan bahwa upaya – upaya memperkuat peran dan fungsi kampung tangguh menjadi fokusnya dalam bersuara memberi masukan ke pemerintah kota.
Sebelumnya Pemkot Surabaya akan memberikan insentif kepada empat orang satgas kampung tangguh setiap RW sebesar Rp 400 ribu di 1.368 RW Se – Kota Surabaya dan pemberian sprayer serta termogun untuk mendukung kegiatan di lapangan. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS