oleh

Banom NU Gelar Doa untuk Kemenangan Risma-Whisnu

pdip jatim - risma - banom NUSURABAYA – Dukungan untuk pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana terus mengalir. Kali ini, beberapa badan otonom (Banom) organisasi masyarakat (Ormas) Islam Nahdlatul Ulama, sepakat mendukung dan siap memenangkan pasangan Cawali-cawawali Surabaya nomor urut dua tersebut.

Beberapa Banom NU seperti Banser, Muslimat dan Fatayat, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Pakal dan Benowo, menggelar doa bersama untuk kemenangan Risma-Whisnu di Pilwali Surabaya 2015. Doa bersama itu digelar di GOR Bung Tomo, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Minggu (15/11/2015) sore.

Cawali Tri Rismaharini yang hadir di acara dengan kemasan Majelis Dzikir Riyadlul Jannah tersebut, tampak larut dalam gelombang doa. Mantan wali kota terbaik ke-3 dunia itu pun menyampaikan terima kasihnya atas dukungan yang disematkan warga NU kepada dirinya dan Cawawali Whisnu.

Risma kembali menegaskan komitmennya, untuk menata Surabaya yang sudah baik selama ini, menjadi kota yang lebih baik lagi, dan lebih mendunia. Bersama Whisnu Sakti, dia juga ingin menjaga mental anak-anak muda, generasi-generasi masa depan di Kota Pahlawan.

“Kita support pihak kepolisian yang sering kali mengungkap kasus-kasus trafficking di Kota Surabaya, memerangi bahaya narkoba dan kejahatan-kejahatan jalanan yang menjadi ancaman bagi warga Kota Surabaya,” tutur Risma.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu juga memberi atensi atas harapan kalangan anggota IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Pakal dan Benowo yang ingin Risma-Whisnu nantinya memperhatikan lingkungan di kawasan Pakal. Khususnya wilayah tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo, yang lokasinya tak jauh dari GOR Bung Tomo.

Kata Risma, lingkungan sekitar TPA termasuk yang bakal diperhatikan, jika dia dan Whisnu nantinya tetap dipercaya memimpin Surabaya. Dia akan mempercepat penyelesaian pembangunan akses Jalur Lingkar Luar Barat yang berada di perbatasan Gresik.

Sehingga akses jalan yang terintegrasi dengan fly over Terminal Teluk Lamong dan tol Surabaya-Gresik itu, sebut Risma, diharapkan makin membuka mata semua pihak, bahwa tak ada lagi kawasan pinggiran Surabaya.

“Semuanya masuk kawasan kota. Dan di TPA Benowo juga sudah bisa kita jadikan salah satu pembangkit listrik (waste to energy),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Risma-Whisnu, Syaifuddin Zuhri mengatakan, selain mendapat restu Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, respon positif untuk pasangan Risma-Whisnu juga datang dari Banom NU lainnya.

“Karena selama memimpin Kota Surabaya, keduanya aktif memerangi kemaksiatan di Kota Pahlawan,” jelas Syaifuddin, di sela mendampingi Risma di GOR Bung Tomo.

Support terhadap upaya kepolisian memberantas kasus trafficking, narkoba dan lain sebagainya, ungkap Ketua Komisi C DPRD Surabaya itu, kerap ditunjukkan Risma. Bahkan, tak jarang Risma datang ke kantor polisi, untuk sekadar memaki pelaku trafficking dan memberi semangat kepada para korban.

“Mereka, khususnya Banom-Banom NU, seperti Banser, Muslimat dan Fatayat serta banom-banom yang lain, sepakat mendukung pasangan Risma-Whisnu. Mereka juga mendoakan Risma-Whisnu untuk terus memimpin Kota Surabaya. Karena selama memimpin warga NU melihat pasangan Risma-Whisnu aktif memerangi kemaksiatan,” terang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu. (goek)