oleh

Bangkalan Zona Merah, Mahfud Minta Pemprov Jatim Membantu dengan Optimal

-Kronik-39 kali dibaca

BANGKALAN – Angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura mengalami lonjakan signifikan. Tiga kecamatan dilockdown, Senin (7/6/2021). Akibatnya, masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah mengalami pencegatan di gerbang Suramadu ke arah Surabaya. Pemberlakukan swab antigen juga membuat masyarakat panik.

Menanggapi kondisi itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Mahfud, S. Ag, meminta proses swab antigen dilakukan dengan humanis dan edukatif.  

“Kami tetap mendukung penuh langkah swab/ rapid test masyarakat atau pengguna jalan yang akan melintasi Suramadu. Tapi kami sangat berharap ada proses edukasi dalam proses rapid test masal agar masayarat tidak panik” ujar Mahfud.

Ketua IKA PMII Surabaya ini juga juga menambahkan agar masyarakat untuk senantiasa gotong-royong dan peduli pada sesame dalam memutus mata-rantai penyebaran Covid-19.

”Dan kita juga harus saling memahami, bahwa kita semua ingin segera bangkit dan keluar dari pandemi. Tapi semua itu akan sia-sia, jika kita tidak bersama-sama memeranginya. Solusi penanganan covid19 adalah kebersamaan. Bergotong royong mematuhi protokol Kesehatan,” jelas Mahfud.

Dia menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan; memaki masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Yang tak kelah penting, tambah Mahfud, masyarakat kita tidak boleh panik.

“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik. Tidak boleh putus asa. Sebagai anggota DPRD Jatim dari dapil Madura, kami meminta Pemrpov Jatim ikut membantu seoptimal mungkin, agar covid di Bangkalan tidak melonjak terus. Dan sekali lagi, masyarakat  tidak boleh panik. Kita harus tenang, tetap semangat memerangi Covid ini. Awali dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan,” pungkas Mahfud. (set)

Komentar