Jumat
13 Februari 2026 | 3 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Asal Beri Persepsi Positif, Jokowi Persilakan Media Mengritik

pdip jatim - pramono anung1

pdip jatim - pramono anung1JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung Wibowo membantah anggapan bahwa Presiden Joko Widodo mulai tampak gerah dengan berita-berita kritis yang disampaikan media massa akhir-akhir ini.

Pramono menegaskan, Presiden Jokowi adalah orang yang sangat terbuka. Menurut dia, dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi (Pemred) sejumlah media massa di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/8/2015) malam, juga sudah ada pengertian mendalam mengenai hal ini.

“Presiden minta media itu silakan mengritik dengan keras ataupun menampilkan hal yang dalam bahasa beliau untuk keperluan rating atau sensasi. Tapi tidak menghilangkan tugas media bagaimana membangun, membawa publik pada persepsi yang positif terhadap keinginan maju ke depan, karena siapapun presidennya tentunya kan harapannya bisa membawa bangsa ini ke arah lebih baik,” jelas Pramono Anung, kemarin.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini mengungkapkan, dalam pertemuan di Istana Negara, 24 Pemred yang hadir memberikan masukan yang cukup baik. Terutama bagaimana hal yang berkaitan dengan media, termasuk apa yang akan dilakukan Seskab.

“Saya akan memfasilitasi para menteri-menteri untuk setiap waktu bisa bertemu dengan presiden. Setelah nanti usai bertemu dengan presiden, mereka akan menyampaikan program-program itu secara langsung kepada media,” terang Pramono.

Cara tersebut dilakukan, karena kalau menteri menyampaikan dalam pers release di kementeriannya, dianggap “nggak nendang”. “Kalau di Istana apalagi ada marwahnya, itu lebih nendang,” tutur Mas Pram, sapaan akrab pria asal Kediri itu.

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI, di depan sidang bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2015), Presiden Jokowi mengritik sejumlah media yang disebutnya hanya mengejar rating dibandingkan memandu publik untuk meneguhkan nilai-nilai keutamaan dan budaya kerja produktif.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini ada kecenderungan semua orang merasa bebas, sebebas-bebasnya, dalam berperilaku dan menyuarakan kepentingan. “Masyarakat mudah terjebak pada ‘histeria publik’ dalam merespon suatu persoalan, khususnya menyangkut isu-isu yang berdimensi sensasional,” sebut Jokowi. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Rampungkan Penjaringan Calon Ketua PAC, Kantongi 402 Nama

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro resmi merampungkan rapat pleno ...
LEGISLATIF

Kunjungi Serta Bantu Korban Bencana di Pacitan, Novita Hardini: Kebutuhan Dasar Harus Segera Dipenuhi

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa kerja politik tidak boleh berhenti di ruang ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Tegaskan Muscablub Pramuka Penentu Arah Pembinaan Pemuda Blitar

BLITAR — Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar Tahun 2026 digelar sebagai ...
KRONIK

Tiba di Jeddah, Megawati Umrah bersama Prananda dan Puan Maharani

JEDDAH – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Jeddah, Arab ...
KABAR CABANG

Banteng Surabaya Kenang Adi Sutarwijono sebagai Kader yang Berjuang di Jalan Sunyi

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengenang Adi Sutarwijono sebagai kader yang ...
LEGISLATIF

Atasi Masalah Sampah, DPRD Kabupaten Pasuruan Dalami Tata Kelola Bank Sampah di Malang

KOTA ​MALANG – Masalah penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi tantangan besar bagi ...