Kamis
13 Agustus 2026 | 11 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Amithya Soroti Keseriusan Pemkot Malang dalam Pengentasan Kemiskinan

pdip jatim 230727 amithya 1

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang memberikan sejumlah catatan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Malang Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022.

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhita menyatakan masih banyak catatan dan pekerjaan rumah yang tidak terselesaikan, baik dipandang dari kaca mata keterpenuhan anggaran maupun implementasi anggaran.

Salah satunya adalah persoalan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang yang baru mencapai 35 persen dari total APBD. Amithya mengatakan persentase PAD yang jauh dari target menyebabkan implementasi otonomi daerah belum bisa berjalan maksimal.

“Proporsi PAD di dalam APBD sekitar 35 persen dari keseluruhan anggaran yang membuat kota Malang dalam 4 tahun ini, sulit mencapai daerah otonom dengan segala potensi yang seharusnya bisa terus di-upgrade dan dimanfaatkan,” urai Amithya, Kamis (27/7/2023).

Pihaknya juga menyoroti serapan anggaran belanja Pemerintah Kota Malang yang hanya mencapai 85,96 persen pada tahun 2022. Artinya, 14,1 persen anggaran yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk menunjang pembangunan di Kota Malang tidak bisa terserap.

“Hal itu terkonfirmasi dengan besaran Silpa APBD Pemerintah Kota Malang masih sangat tinggi sebesar 460 miliar tentunya hal tersebut mengecewakan kita semua,” ujarnya.

Menurut dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian, salah satunya berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Ketua Komisi D DPRD Kota Malang itu memandang APBD Kota Malang seharusnya bisa diarahkan pada upaya pengentasan kemiskinan, yang pada tahun 2022 persentase penduduk miskin masih berada di angka 4,37 persen atau 38,5 ribu jiwa.

Apalagi berdasarkan data, berbagai indikator kemiskinan di Kota Malang tidak mengalami perbaikan, seperti indeks kedalaman kemiskinan, indeks keparahan kemiskinan dan garis kemiskinan.

“Intervensi Pemerintah Kota Malang melalui kebijakan terhadap penduduk Kota Malang telah dilaksanakan, tapi belum mampu mengatasi secara holistik permasalahan kemiskinan di Kota Malang,” sebut Amithya.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut mendorong agar ke depannya strategi pengentasan kemiskinan mampu disusun secara lebih mendalam. Serta melibatkan seluruh perangkat daerah, seluruh elemen masyarakat, dan instansi yang ada di Kota Malang.

“Sehingga penanganannya juga bersifat lintas sektoral dan dilakukan secara gotong royong,” tuturnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...
KRONIK

Lomba Nyo’on Geddeng hingga Makan Pisang, Cara Seru Hj. Ansari Rawat Kebersamaan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menggelar senam bersama dan berbagai lomba agustusan ...