Almarhum Prakosa, Sosok Sederhana dan Pendiam, tapi Bernas Saat Berpendapat

 2,889 pembaca

BANTUL – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, M Prakosa, kader partai yang wafat dan dimakamkan pada Selasa (24/1/2023) hari ini, di Bantul, Yogyakarta, adalah sahabat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Prakosa dikenal sebagai sosok yang sederhana. “Beliau adalah sahabat Bu Mega, tidak hanya di kabinet Gotong Royong tapi juga dipercaya dua periode sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan,” kata Hasto menjawab wartawan di sela memimpin prosesi pemakaman almarhum Prakosa.

Hasto hadir mewakili Megawati Soekarnoputri dan jajaran keluarga besar partai, untuk melepas jenazah Prakosa, yang terakhir menjabat sebagai Dubes RI di Italia.

Jenazah disemayamkan di rumah duka, Pedukuhan Gresik, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipura, Bantul. Pemakaman masih berada di dekat lokasi tersebut.

Hasto menyatakan bahwa dalam pola hubungan yang sangat dekat demikian, Megawati sangat merasakan kehilangan atas wafatnya almarhum.

Baca juga: Dubes Prakosa Meninggal di Roma, Hasto: Kita Kehilangan Sosok Rendah Hati, Jujur dan Jadi Keteladanan

“Ibu Megawati Soekarnoputri, selain mengucapkan duka cita yang mendalam, beliau merasakan begitu kehilangan atas sosok yang rendah hati, sosok yang menjadi keteladanan dalam kejujuran dalam kesederhanaan,” ujarnya.

Hasto mengatakan PDIP merasa sungguh kehilangan atas sosok almarhum Prakosa yang bersahaja, dan untuk itulah partai mengambil suri keteladanan dari seluruh perjuangannya.

“Sosok yang sederhana. Ibu Mega bilang bukan hanya berbicara, tapi kesederhanaan beliau juga dalam alam pikir, tapi juga alam rasa. Sehingga dalam rapat-rapat partai, beliau menjadi pendengar yang sangat baik, tapi saat menyampaikan pendapatnya itu sangat bernas,” beber Hasto.

Prakosa meninggal dunia di Roma, Italia, pada 17 Januari lalu. Jenazahnya lalu dibawa dengan pesawat ke Indonesia, dan tiba pada 23 Januari.

Pria kelahiran Yogyakarta, 4 Maret 1960 itu sempat menghabiskan masa kecilnya di Jayapura, Papua, mengikuti penugasan orang tuanya sebagai PNS.

Seusai menamatkan sekolah di Yogyakarta, almarhum menempuh pendidikan tinggi di UGM Yogyakarta, jurusan kehutanan. Lalu di University of Tennessee dan Berkeley University di Amerika Serikat.

Gelar doktor bidang resource and economic policy diraihnya dari kampus yang disebut terakhir tersebut.

Pada tahun 1999, Presiden RI Abdurrahman Wahid menunjuknya menjadi Menteri Pertanian. Lalu pada tahun 2001, Presiden Megawati Soekarnoputri menunjuknya sebagai Menteri Kehutanan, dan dikenal berprestasi dalam berusaha membasmi jejaring illegal logging yang merusak hutan Indonesia.

Pada 2005, Prakosa menjadi pengurus pusat partai dan mengepalai Badan Penelitian dan Pengembangan PDIP. Pada Pemilu 2009, Prakosa terpilih menjaid anggota DPR dari dapil Jateng IX, dan kembali terpilih pada periode 2014-2019 dan periode 2019-2024.

Pada Februari 2021, Presiden Joko Widodo menominasikan Prakosa agar menjadi Dubes RI untuk Italia. Pada November 2021, almarhum mengambil sumpah jabatan sebagai duta besar. Tugas itu diembannya hingga akhir hayatnya. (goek)

Tinggalkan Balasan