Jumat
16 Oktober 2026 | 12 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

‘Aku Melihat Indonesia’ Menggema di Pendopo Wedya Graha Ngawi

IMG-20250625-WA0026_copy_673x451

NGAWI – Suara lantang Florencya Karina Putri, siswi SDN Gendingan 5, menggema dari atas panggung Pendopo Wedya Graha. Tubuh mungilnya tampak bergetar saat membacakan puisi Aku Melihat Indonesia karya Bung Karno.

Tatapannya tajam, ekspresinya tegas, suaranya mantap—membius para penonton yang hadir di babak grand final lomba baca puisi Bulan Bung Karno 2025.

“Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep, aku mendengar lautan Hindia bergelora. Membanting di pantai Ngliyep itu. Aku mendengar lagu, Sajak Indonesia,” lantun Florencya membuka puisi.

Florencya adalah satu dari finalis kategori SD yang tampil memukau. Ia berhasil mengantongi 1.025 poin dari dewan juri yang menilai aspek intonasi, ekspresi, dan pembawaan.

Meski belum menjadi yang terbaik, ia berhasil meraih juara ketiga. Juara pertama diraih oleh siswa dari SDIT Harapan Umat, dan juara kedua diraih oleh SDN Margomulyo 1.

Baca juga:3 Puisi Revolusioner Karya Bung Karno

Lomba baca puisi ini merupakan hasil kolaborasi antara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dan Dinas Pendidikan Ngawi. Kegiatan tersebut terbuka bagi siswa SD, SMP, dan SMA, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan bahwa lomba ini bertujuan memperkenalkan Bung Karno sebagai sosok seniman dan penyair, di samping perannya sebagai Proklamator.

“Lomba ini bukan hanya untuk memperingati Bulan Bung Karno, tetapi juga mengenalkan anak-anak pada karya sastra Bung Karno, Aku Melihat Indonesia, yang sarat dengan nilai-nilai nasionalisme,” ujar Mas Antok dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).

Proses seleksi awal dilakukan secara daring. Para peserta mengunggah video pembacaan puisi di kanal YouTube masing-masing, lalu dinilai oleh dewan juri untuk menentukan finalis. Final digelar secara langsung di Pendopo Wedya Graha.

Selain lomba puisi, acara ini juga dirangkai dengan lomba macapat untuk tingkat SD hingga SMA.

“Selain menanamkan semangat nasionalisme, lomba macapat menjadi sarana pelestarian budaya. Ini penting agar anak-anak tahu bahwa Indonesia kaya akan warisan budaya,” tutup Mas Antok. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...