Jumat
04 April 2025 | 4 : 14

Agatha Desak Adanya Edukasi Pencegahan Covid-19 pada Anak

pdip-jatim-agatha-r

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Agatha Retnosari mendesak semua stakeholder, terutama Menteri Pendidikan untuk segera melakukan edukasi terkait pencegahan Covid-19 pada anak-anak dan menanamkannya sebagai kebiasaan baru sebagai bagian upaya beradaptasi terhadap kondisi yang ada. Terlebih, kasus positif Covid-19 dan juga angka kematian pada anak terus bertambah. 

Agatha mengatakan, akan lebih baik jika tak hanya sekadar anak dilarang atau harus melakukan sesuatu untuk mencegah penularan, namun juga melakukan pemberdayaan pada anak agar mereka lebih berdaya di tengah pendemi.

Dia mencontohkan, anak-anak bisa dilatih dan diajarkan untuk bisa melakukan proning (posisi tidur tengkurap yang dapat dilakukan pasien saat mengalami gangguan pernapasan) sendiri, sehingga pada saat mereka atau orangtua mereka terkena Covid, secara otomatis mereka akan menerapkan proning dalam kesehariannya. 

“Atau latihan power breathing agar anak bisa belajar melatih otot paru-paru mereka agar lebih kuat dan bisa tumbuh berkembang dengan lebih baik,”jelas Agatha, Sabtu (24/7/2021). 

Kemudian, lanjut Agatha, bagaimana etika batuk dan bersin, tata cara mencuci tangan dan jaga jarak, memakai masker, termasuk mengenakan google atau kacamata safety jika anak terpaksa berpergian.

“Karena sejauh pantauan saya dengan sekolah daring saat ini belum ada sekolah-sekolah yang menerapkan latihan mitigasi bencana Covid, termasuk latihan proning atau pun latihan pernapasan serta olahraga yang dilatihkan bahkan diujikan selama pembelajaran untuk memperkuat kesehatan paru-paru, fisik serta mental anak,” ujarnya. 

Menurut Agatha hal ini penting, agar anak-anak memiliki mental yang kuat dalam menghadapi pendemi Covid-19 karena telah memiliki kebiasaan baru yang adaptif di masa postcovid. 

“Karena lebih mudah melakukan edukasi pada anak daripada pada orang tua. Kita putus mata rantai penularan ini dengan memotong satu generasi,” katanya. 

“Tanpa ada kebijakan yang koheren dan terintegrasi dengan baik mulai dari tingkat pusat sampai daerah dan pelosok negeri, selamanya kita akan terjebak pada usaha-usaha kuratif yang banyak menghabiskan biaya juga korban jiwa,” sambungnya. 

Karena itu, Agatha menegaskan, penting untuk mengedukasi anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, tidak hanya jasmani tapi juga mental dan jiwa. 

Sekadar informasi, Data Satgas Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021 mencatat, sebanyak 12,8 persen atau 351.336 kasus positif Covid-19 terjadi pada usia anak 0–18 tahun. Sebanyak 777 di antaranya telah meninggal dunia. (dhani/set) 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Open House Bupati Banyuwangi, Sejumlah Teman Difabel Berbagi Inspirasi Kesuksesan

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis ...
KRONIK

Catat, Ini Tanggal dan Tempat Gelaran Festival Ketupat Sumenep 2025

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menggelar Festival Ketupat 2025 pada Senin, 7 April 2025, di ...
KRONIK

Diaspora Banyuwangi Kumpul Harumkan Tanah Kelahiran dan Kuatkan Solidaritas

BANYUWANGI – Ratusan perantau asal Banyuwangi berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran dalam Festival Diaspora ...
HEADLINE

Kada PDI Perjuangan yang Absen di Retret Gelombang I, Megawati Instruksikan Ikut Gelombang II

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan para kepala daerah dari partai berlambang ...
KRONIK

Rencana Pertemuan Megawati-Prabowo, Jubir PDI Perjuangan: Bicarakan Masalah Bangsa

JAKARTA – Hubungan personal Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto dinilai ...
SEMENTARA ITU...

Instruksi Eri Cahyadi Pasca Lebaran: Perketat Pengawasan dan Pendataan Pendatang Baru

SURABAYA – Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas dalam mengantisipasi gelombang urbanisasi pasca Idul Fitri 2025. ...