Kamis
10 September 2026 | 7 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agar Makin Meluas, Pemkot Surabaya Siap Daftarkan SCCIFAF ke Kharisma Event Nusantara

pdip-jatim-230227-ec-doorstop

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya siap mendaftarkan Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) masuk dalam agenda tahunan Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, upaya mendaftarkan SCCIFAF didasari keinginan mengembangkan event tersebut agar lebih luas seperti halnya Festival Rujak Uleg.  

“Yang sudah kami daftarkan ada Festival Rujak dan Parade Bunga. Insya Allah menyusul Cross Culture ini,” kata Eri dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (21/7/2023).

Eri mengakui, bahwa delegasi yang ikut dalam Surabaya Cross Culture pada tahun 2023 ini tidak sebanyak sebelumnya. Hal ini dikarenakan SCCIFAF sempat terhenti tiga tahun karena adanya pandemi Covid-19.

“Kalau kemarin (sebelum pandemi) yang ikut banyak, tapi setelah pandemi belum banyak delegasi yang datang di Surabaya,” jelasnya.

Melalui event SCCIFAF ini, Eri menyatakan ingin menunjukkan budaya Surabaya kepada para delegasi yang berasal dari berbagai daerah dan mancanegara. Menurutnya, Surabaya memiliki banyak budaya tarian dengan berbagai ragam.

“Setelah itu, saya ingin menunjukkan bahwa Surabaya ini punya talenta yang mulai dari anak kecil hingga dewasa. Dan yang terpenting adalah ketika tampil bersama dengan seluruh delegasi dari luar negeri, maka Surabaya juga punya kemampuan untuk itu,” terang dia.

Bahkan, Eri mengungkap, jika Surabaya juga mendapatkan permintaan untuk mengirimkan delegasinya agar tampil di Negara Uzbekistan dan India.

Hal tersebut menunjukkan jika budaya seni asal Kota Surabaya ini juga diakui negara-negara lain.

“Jadi mereka betul-betul merasa budaya Surabaya ini juga bisa tampil di luar sana. Bahkan dari Kochi Jepang, itu juga minta Surabaya tampil di sana,” ujar wali kota yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Saat ditanya tarian seperti apa yang akan ditampilkan ke luar negeri, Eri menyebut, jika tarian itu seperti Tari Remo, Gito Maron dan sebagainya. Namun, kata dia, tarian yang akan ditampilkan ke luar negeri tentu ada modifikasinya.

“Tapi ada bangganya ketika semua budaya seni yang ditampilkan menarik dari pihak luar negeri untuk diajak berkolaborasi di sana. Berarti mengakui, tarian kita, budaya kita juga alhamdulillah nyaman, enak dilihat dan filosofi-filosofinya ada,” ucapnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Anas Karno Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Layani IKD di Pemukiman Warga

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jatirogo

TUBAN – Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di kawasan barat utara Kabupaten Tuban mendapat ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Aparat Tak Tunda Laporan Warga Kekurangan di Tengah Kekeringan

Bupati Blitar Rijanto meminta aparat desa dan kecamatan tidak menunda laporan warga yang mulai kekurangan akibat ...
KRONIK

Pelantikan GOW Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan Mandiri

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendorong kaum perempuan lebih berdaya dan mandiri. Hal itu ...
HEADLINE

Hasto: Indonesia Kehilangan Intelektual yang Menghidupkan Pemikiran Bung Karno untuk Generasi Muda

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Indonesia kehilangan sosok intelektual yang ...
KRONIK

Agung Priyanto Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) ...