Minggu
01 November 2026 | 9 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sejarah Gerakan Pramuka, Pemuda Suka Berkarya Menolak Terpecah Belah

Screenshot_20230813-132522_Facebook_copy_810x479

Mulanya kepanduan. Sempat tercerai berai imbas Agresi Militer Belanda ke-II.

RIBUAN Praja Muda Karana (Pramuka) berkumpul di Istana Negara, Senin, 14 Agustus 1961 pada acara Majelis Pimpinan Nasional (Mapimnas).

Pada acara itu, Presiden Sukarno menyerahkan panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Ketua Pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Peristiwa itu sebagai penanda ditetapkannya Gerakan Pramuka.

Peristiwa tersebut menjadi latar sejarah dalam peringatan Hari Pramuka Nasional yang diperingati saban tahun hingga kini.

Beberapa bulan sebelum itu, 9 Maret 1961, Presiden Soekarno atau Mandataris MPRS berpidato di hadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan Indonesia di Istana Negara. Hari yang hingga saat dikenang sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Pada proses berikutnya, Presiden Sukarno menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ditandatangai Pejabat Presiden RI, H Djuanda terdiri dari 10 halaman. Memuat Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Pada 20 Mei 1961, menjadi permulaan tahun kerja bagi organisasi tersebut.

Pada 30 Juli 1961, para wakil organisasi kepanduan di Indonesia mengeluarkan pernyataan di Istana Olahraga Senayan untuk meleburkan diri kedalam organisasi Gerakan Pramuka, yang kini diperingati sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Proses berpuncak dengan pelaksanaan Mapimnas pada 14 Agustus 1961 di Istana Negara.

Kepramukaan Pra Kemerdekaan

Sejarah berdirinya Pramuka di Indonesia tidak lepas dari peran organisasi-organisasi kepanduan yang terlahir pada saat penjajahan Belanda.

Mengutip dari apa yang disampaikan di acara Belajar dari Rumah (TVRI), organisasi kepanduan di Indonesia dimulai pada tahun 1912, dimana Belanda mendirikan Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO).

Ketika Perang Dunia (PD) I pecah pada tahun 1916, Belanda mendirikan kwartir besarnya sendiri yang dinamakan Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

Di tahun yang sama, Sultan Pangeran Mangkunegara VII memprakarsai berdirinya organisasi kepanduan, Javanese Padvinders Organisatie (JPO) di Surakarta. Berdirinya organisasi tersebut memacu semangat pemuda-pemuda Indonesia untuk mendirikan organisasi kepanduannya sendiri.

Dimulai pada tahun 1928-1935, mulai bermunculan Gerakan Kepramukaan baik yang bernapas kebangsaan maupun keagamaan, seperti INPO, SIAP, dan NATIPIJ. Berbagai organisasi ini lantas menggelar jambore nasional pada 19-23 Juli 1941 dengan kegiatan berupa Perkemahan Kepanduan Indonesia.  

Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI, melalui sebuah kongres pada 27-28 Desember 1945 di Surakarta, terbentuklah Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang berhasil dibentuk di Indonesia.

Organisasi ini terpecah belah karena agresi militer Belanda pada 1948. Berbagai organisasi kepanduan terbentuk sejak itu. Hingga akhirnya kembali melebur dan menjadi satu kesatuan pada 1961 menjadi Gerakan Pramuka.

Yang Muda Yang Berkarya
Melansir website Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, pramuka.or.id, Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

Dan, memiliki berkecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negeara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan. (frgj/hs)

sumber foto: fb.pramuka update

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...