Rabu
07 Oktober 2026 | 9 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Basarah: Pancasila Adalah Mahakarya Pendiri Bangsa

pdip jatim 230802 basarah

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Dr Ahmad Basarah, M.H. menegaskan bahwa Pancasila memiliki kualitas mahakarya pendiri bangsa dan negara Indonesia, bukan sekadar karya biasa.

Hal itu dia sampaikan dalam orasi berjudul ‘Pancasila Mahakarya Pendiri Bangsa: Sumber Falsafah Negara’ di acara Dies Natalis ke-70/Lustrum ke-14 Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Rabu (2/8/2023).

“Demi memperkuat cinta kepada Pancasila, kita mesti memahami bahwa ideologi Pancasila adalah mahakarya pendiri bangsa. Tanpa pemahaman seperti itu, generasi muda bangsa akan tercerabut dari akar sejarah dan sumber pengetahuan dasar negara,” papar Basarah.

Ada 3 alasan mendasar mengapa dia menyebut Pancasila sebagai sebuah mahakarya. Pertama, kualitas pengetahuan Pancasila bersifat filosofis, sebagaimana disebut Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 sebagai dasar falsafah negara.



“Dasar filosofis ini memuat sifatnya yang radikal (mengakar), sistematis dan komprehensif,” ujarnya.

Alasan kedua, diterimanya Pancasila sebagai falsafah dasar negara secara aklamasi dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945 menunjukkan ‘mutiara’ rumusan Bung Karno yang disampaikannya pada 1 Juni 1945.



Ketiga, Basarah menegaskan kualitas pengetahuan Pancasila bersifat sintesis, menyatukan berbagai ideologi dunia menjadi ideologi baru yang khas Indonesia.

“Jika ideologi di luar negeri saling bertentangan, di dalam Pancasila semua pandangan dunia tersebut saling bersintesis,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

“Demikian pula demokrasi dan agama yang seolah bertentangan, dalam Pancasila menyatu menjadi teo-demokrasi. Penyatuan serupa terjadi pada sila-sila lainnya,” sambungnya.

Kemampuan Pancasila dalam menyatukan keragaman bangsa Indonesia, lanjut dia, dengan sendirinya menjadikan ideologi bangsa ini mahakarya yang membanggakan. Ini terus menggelora sejak Soekarno melahirkan gagasannya pada 1 Juni 1945, lalu dirumuskan pada 22 Juni 1945, kemudian disahkan dalam konsensus final pada 18 Agustus 1945.



Dalam ketiga fase tersebut, Basarah menambahkan, Bung Karno selalu terlibat di dalamnya bersama para pendiri bangsa.

“Dengan demikian, Pancasila yang kita miliki hanya ada satu, yakni Pancasila, titik. Tidak ada Pancasila 1 Juni, atau Pancasila 22 Juni, atau Pancasila 18 Agustus,” tegas Basarah. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...
LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...
SEMENTARA ITU...

Cak Ji dan Risma Sapa Lansia dan Warga Pra-Sejahtera Peserta Periksa Mata Gratis

SURABAYA – Akses pemeriksaan mata bagi lansia dan warga pra-sejahtera perlu terus dibuka. Sebab, gangguan ...
SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...