Rabu
29 Juli 2026 | 10 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tim Risma-Whisnu: Hasil Cetak Surat Suara Harus Sesuai Profing

pdip jatim - didong - profing surat suara

pdip jatim - didong - profing surat suaraSURABAYA – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Calon Wakil Wali Kota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana minta pihak rekanan pencetak kertas surat suara Pilkada Surabaya agar mengontrol kualitas surat suara sesuai contoh yang diberikan ke KPU.

Juru bicara pasangan Risma-Whisnu, Didik Prasetyono juga minta kualitas tinta yang ditunjukkan melalui contoh cetak, sesuai dengan faktanya.

“Kami minta perusahaan pemenang tender untuk mencetak kertas suara di mesin cetaknya dulu, agar kualitasnya kelihatan terlalu gelap atau terang,” kata Didik, di sela rapat tertutup terkait profing surat suara dan debat paslon, di kantor KPU Surabaya, Selasa (20/10/2015).

Terkait atribut yang dikenakan Risma-Whisnu, pasangan nomor urut 2 ini mengenakan atribut Bendera Merah Putih di dada kiri. Menurut Didik, pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini ingin membangkitkan semangat, bahwa siapapun pilihan masyarakat, Merah Putih tetap yang utama.

“Tidak ada perpecahan dan konflik setelah pilkada digelar,” jelas mantan anggota KPU Jatim ini.

Sedangkan, baju putih yang dipakai, menurutnya, melambangkan ketulusan. Meski diusung PDI Perjuangan, namun pasangan calon Risma–Whisnu tak memakai baju partai, karena keduanya sudah menjadi milik warga Surabaya.

“Biarkan masyarakat Surabaya memiliki Risma-Whisnu, dan Merah Putih di dada melambangkan bakti kami untuk Indonesia,” tuturnya.

Keluhkan Aturan Debat

Sedang soal acara debat kandidat yang dijadwalkan KPU digelar 30 Oktober depan, lanjut Didik, juknis (petunjuk teknis) skema debat yang dibuat KPU tersebut beda dengan Pilkada sebelumnya.

“Skema debat kali ini tidak ada keriuhan, alat peraga dilarang, kemudian yel-yel dilarang,” papar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya itu.

Pria yang akrab disapa Didonk ini menyesalkan adanya beberapa batasan yang mengakibatkan keriuhan dan kegembiraan dalam pilkada tidak terlihat lagi. “Sudah alat peraganya sedikit, keriuhan juga dilarang. Begitu banyak aturan pada pilkada kali ini,” keluh Didik.

Pada pelaksanaan pilkada 9 Desember depan, imbuh dia, terkesan partisipasi masyarakat ditekan, serta menumpulkan kreativitas tim pemenangan pasangan calon. “Ini (Pilkada) jauh lebih buruk dari 5 tahun lalu,” ungkapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Serahkan BLT-DBHCHT pada Ribuan Buruh dan Petani Tembakau

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Libatkan Wasit Perempuan, Tegaskan Sepak Bola Milik Semua Talenta

Soekarno Cup 2026 melibatkan wasit dan perangkat pertandingan perempuan sebagai wujud komitmen terhadap kesetaraan ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto Dorong Pemerintah Perkuat Pelatihan Pemuda untuk Cetak Wirausaha Berdaya Saing

Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto mendorong pemerintah memperkuat pelatihan bagi pemuda untuk melahirkan usaha-usaha ...
KRONIK

DPRD Jember Persoalkan Klaim PT KAI atas Jalan Wijaya Kusuma

JEMBER – Status Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya di depan Stasiun PT KAI Daop 9, dipersoalkan DPRD Jember. DPRD ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kota Batu Dorong Perwali Usai Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Disahkan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta Pemerintah Kota Batu segera menyusun Peraturan Wali Kota ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Kawal Aspirasi Warga, dari Penambahan SMA hingga Kepastian Status Lahan

Anggota Komisi C DPRD Jatim Fuad Benardi mengawal aspirasi warga Surabaya terkait penambahan SMA negeri, status ...