Jumat
04 September 2026 | 1 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kendalikan Inflasi, Pemkab Banyuwangi Gandeng Bulog Gelar Operasi Pasar Murah

pdip-jatim-ipuk-150521

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bekerja sama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat menggelar operasi pasar murah untuk komoditas beras. Hal itu sebagai upaya Pemkab Banyuwangi mengendalikan inflasi seiring harga beras di pasaran terus merangkak naik.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan pengendalian inflasi terus dilakukan secara terukur. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar murah komoditas beras.

“Saya perintahkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan dinas terkait untuk terus memantau harga bahan pokok di pasaran dan segera melakukan penanganan jika terjadi hal-hal yang bisa memicu peningkatan inflasi,” ujar Bupati Ipuk di Banyuwangi, Rabu (15/2/2023).

Menurut Bupati Ipuk, operasi pasar murah komoditas beras tersebut sebagai bagian dari upaya untuk pengendalian inflasi yang sudah dilaksanakan sejak 13 hingga 28 Februari 2023 di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami ajak Perum Bulog Cabang Banyuwangi menggelar operasi pasar ini. Harapannya agar harga komoditi pangan bisa terkendali,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi, Harisun, menjelaskan telah menyiapkan beras kualitas medium seharga Rp9.000 per kilogram yang dijual dalam kemasan 5 kilogram, 10 kilogram, dan 25 kilogram.

“Setiap hari operasi pasar dilaksanakan di 7-10 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Masing-masing titik mendapatkan jatah 10 ton. Sehingga total beras yang kami pasok mencapai 70-100 ton per hari, menyesuaikan jumlah lokasinya,” ujar Harisun.

Sedangkan operasi pasar murah sendiri dimulai pukul 08.00 – 12.00 WIB di hampir di setiap lokasi stok langsung ludes diserbu warga hanya dalam 1-2 jam, terutama beras kemasan 5 kilogram.

Harisun juga menjelaskan, untuk memastikan operasi pasar murah tersebut tepat sasaran, pihaknya membatasi jumlah pembelian beras per orang sebanyak 2 kemasan.

“Kami batasi untuk meminimalisir penimbunan. Selain juga untuk pemerataan agar semakin banyak warga yang bisa membeli beras dengan harga murah,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...