Selasa
20 Oktober 2026 | 2 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Trenggalek Siap Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem Sebelum 2024

pdip-jatim-220309-arifin

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut yang sekarang mencapai 11 ribu jiwa, bisa terselesaikan sebelum 2024.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, kemiskinan ekstrem itu ukurannya 1,9 ‘dollar purchasing power parity’. Kalau dihitung di Kabupaten Trenggalek kalau sekarang kemiskinan Trenggalek 10,58 itu totalnya sekitar 76 ribu jiwa.

“Nah, kemiskinan ekstremnya sekitar 1,5 sekian. Ini artinya, ada sekitar 11 ribu jiwa (masuk kategori kemiskinan ekstrem). Jadi kami diberi tugas 11 ribu orang ini wajib mentas, ‘by name by address’-nya,” kata Bupati Arifin kepada awak media di Trenggalek, Senin (26/11/2022).

Menindaklanjuti gerakan pengentasan kemiskinan ekstrem itu, berbagai langkah akselerasipun digiatkan. Akselerasi itu, salah satunya diwujudkan dalam program Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (Gertak).

Melalui Gertak, jelas Arifin, masyarakat diajak bersedekah informasi kepada pemerintah daerah, mengenai permasalahan kemiskinan yang terjadi di sekitarnya.

“Maka dari itu unsur masyarakat ikut dilibatkan. Menjadi pasukan pink yang fungsinya membantu pemerintah sedekah informasi dan melakukan survei di lapangan. Dinamakan pasukan pink, karena seragam yang digunakan berwarna pink. Warna ini identik dengan warna kasih sayang,” ujar dia.

Selain melalui sejumlah program pemerintah lewat berbagai bantuan sosial, upaya pengentasan kemiskinan itu dilakukan dengan langkah kolaboratif lainnya. Di antaranya bersinergi dengan Baznas Trenggalek.

Program ini cukup efektif. Terbukti, dana sosial yang dihimpun meningkat drastis, yakni dari awalnya terakomodasi sekitar Rp120 juta per tahun, kini naik drastis hingga Rp7 miliar per tahun.

Selain dari 126 unit pengumpulan zakat, besarnya pencapaian itu disumbang dana infak saat Trenggalek dilanda bencana alam beberapa waktu lalu.

Dana itu, juga dialokasikan untuk upaya pengentasan kemiskinan. Salah satunya untuk membayarkan sementara iuran Kartu Indonesia Sehat (KIS) masyarakat miskin.

Kemudian tahun berikutnya, bisa dimasukkan daftar penerima KIS daerah yang dibayarkan melalui APBD.

Menurutnya, tidak hanya ini saja, dana yang dikelola Baznas itu juga difungsikan untuk melakukan bedah rumah masyarakat miskin dan masih banyak yang lainnya.

“Bahkan pada program wakaf, telah mewujudkan pemukiman layak huni bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kedatangan KPU, Koordinasi Hal SIPOL

TUBAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban terus memperkuat konsolidasi dan tata kelola kelembagaan ...
KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...